Opini

Soeharto: Pemimpin yang Membentuk Indonesia Modern

×

Soeharto: Pemimpin yang Membentuk Indonesia Modern

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aan DP (penulis)

Jakarta — Tanggal 8 Juni menjadi salah satu momentum untuk mengingat sosok Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia yang menjabat selama lebih dari tiga dekade, dari 1968 hingga 1998.

Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Ia memulai kariernya di bidang militer dan terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 1945.

Peran pentingnya dalam sejarah nasional menguat setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dalam situasi politik yang tidak stabil, ia menerima mandat melalui Surat Perintah Sebelas Maret dari Presiden Sukarno. Mandat tersebut menjadi dasar pengambilalihan kendali pemerintahan yang kemudian mengantarkannya ke kursi kepresidenan.

Sejak dilantik sebagai presiden pada 1968, ia memimpin Indonesia dalam periode yang dikenal sebagai Orde Baru. Pada masa ini, pemerintah menekankan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi.

Data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pada periode 1970-an hingga awal 1990-an, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berada di kisaran 6–7 persen per tahun. Pemerintah juga mencatat keberhasilan program swasembada beras pada 1984 yang mendapat pengakuan dari Food and Agriculture Organization.

Selain itu, program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan pemerintah Indonesia memperoleh penghargaan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1989 atas kontribusinya dalam pengendalian pertumbuhan penduduk.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan tol mulai dikembangkan, termasuk Jalan Tol Jagorawi yang diresmikan pada 1978 sebagai jalan tol pertama di Indonesia. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan dasar melalui pembangunan sekolah dasar Inpres.

Meski mencatat sejumlah capaian pembangunan, masa pemerintahan Soeharto juga diwarnai kritik, antara lain terkait isu pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan kebebasan pers, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Krisis ekonomi Asia pada 1997–1998 menjadi salah satu faktor utama yang memicu tekanan terhadap pemerintah. Pada 21 Mei 1998, Soeharto secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.

Hingga kini, sosoknya tetap menjadi bagian penting dalam kajian sejarah Indonesia, baik dalam konteks pembangunan nasional maupun dinamika politik yang terjadi selama masa pemerintahannya.

Setiap tanggal 8 Juni, sejarah kembali mengingat sosok yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia. Soeharto, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetap menjadi salah satu pemimpin yang paling berpengaruh dalam sejarah negeri ini. (Aan DP)

Catatan Penulis : 

Aan Dwi Puantoro

Journlist dan Pemerhati Sosial 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Yudi Latif Channel8.co.id – Ada saat ketika manusia…

Berita

Oleh: Yudi Latif Channel8.co.id ,  Saudaraku, hingga dekade…