Channel8.co.id – Bantul, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema asuransi nelayan untuk memberikan perlindungan bagi mereka yang beraktivitas di wilayah berisiko.
“SPBN yang harus disediakan di sini kita upayakan mudah-mudahan bisa secepatnya. Yang kedua, asuransi nelayan wilayah berisiko,” kata Trenggono saat meninjau KNMP Poncosari, Rabu (04/03).
Ia menegaskan, premi asuransi akan ditanggung pemerintah pada tahap awal, kemudian dilanjutkan oleh koperasi nelayan agar tercipta kemandirian.
Trenggono menyebut fasilitas di KNMP Poncosari sudah lengkap, mulai dari gudang beku portable, pabrik es portable, shelter pendaratan ikan, hingga kios. Pemasaran ikan juga telah bekerja sama dengan sejumlah pihak. Komoditas utama di wilayah ini adalah layur, trejet, dan tongkol, dengan 79 kapal aktif beroperasi dari total 230 nelayan di desa tersebut.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) yang turut mendampingi kunjungan menyampaikan apresiasi atas pembangunan KNMP.
“Sudah kami cek, modern dan bagus sekali, pastinya bermanfaat bagi nelayan,” ujarnya. Titiek juga menyoroti perlunya perhatian terhadap ketersediaan benih bening lobster (BBL) agar tidak terjadi penyelundupan.
Trenggono menegaskan, pembangunan KNMP Poncosari merupakan bagian dari program nasional. Pada 2025, pemerintah telah membangun 100 kampung nelayan di berbagai daerah, dan tahun depan ditargetkan berkembang menjadi 1.000 KNMP hingga ke daerah terpencil.
“Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo yang konsisten membangun sektor kelautan, perikanan, dan pangan. Program KNMP menjadi bagian penting dalam swasembada pangan,” kata Trenggono.
Selain SPBN dan asuransi, KNMP Poncosari akan dilengkapi dengan pabrik es, gudang beku, fasilitas kuliner, hingga perawatan kapal. Pemerintah juga berencana menggandeng investor untuk memperkuat pemasaran produk nelayan.






