Berita

Tanpa Pengawalan Ketat, Prabowo Tiba-Tiba Muncul di Gang Sempit Kramat—Warga Nangis, Tinggalkan Dapur hingga Ngamen!

×

Tanpa Pengawalan Ketat, Prabowo Tiba-Tiba Muncul di Gang Sempit Kramat—Warga Nangis, Tinggalkan Dapur hingga Ngamen!

Sebarkan artikel ini
Prabowo melambaikan tangan kepada warga dari kendaraan usai kunjungan dadakan ke wilayah kawasan kramat senen Jakarta, Kamis (26/03/2026). (Tangkapan Layar Youtube Prabowo Subianto)

Channel8.co.id – Jakarta. Tak ada yang berbeda dari sore itu di permukiman padat Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026). Aktivitas warga berjalan seperti biasa—ibu-ibu memasak, anak-anak bermain, dan sebagian warga mencari nafkah. Namun dalam hitungan detik, suasana berubah drastis ketika Prabowo Subianto tiba-tiba hadir di tengah mereka.

Tanpa pemberitahuan, Presiden turun dari kendaraannya dan langsung menyapa warga. Momen itu sontak memicu gelombang haru dan ketidakpercayaan. Warga berlarian mendekat, ingin memastikan apa yang mereka lihat benar adanya—Presiden berdiri hanya beberapa langkah dari rumah mereka.

Dari orang dewasa hingga anak-anak, semua berebut kesempatan untuk sekadar berjabat tangan, menyapa, bahkan menyampaikan harapan secara langsung. Gang sempit yang biasanya riuh dengan aktivitas sehari-hari mendadak dipenuhi emosi—bahagia, haru, dan takjub menjadi satu.

Prabowo menyalami warga di tengah pemukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026). (Tangkapan Layar Youtube Prabowo Subianto)

Nur Hanifah, salah satu warga, mengaku momen itu tak akan pernah ia lupakan. Ia bahkan meninggalkan masakan di dapur demi menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Tadi lagi masak di dapur, tiba-tiba denger ada Bapak Presiden. Saya langsung keluar, ‘Bapak Presiden! Bapak ganteng!’ Pas ketemu langsung cium tangan,” ujarnya penuh semangat.

Tak hanya rasa bahagia, warga juga memanfaatkan momen langka itu untuk menyampaikan harapan. Nur berharap bantuan pemerintah bisa terus berlanjut untuk masyarakat kecil seperti dirinya.

Hal senada disampaikan Yana, ibu rumah tangga lainnya. Ia berharap program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan makan bergizi gratis (MBG), tetap berjalan demi masa depan anak-anak di lingkungannya.

“Yang penting buat anak-anak sekolah bisa terus dapat bantuan. Di sini kan banyak yang masih di bawah, jadi sangat membantu kalau terus berlanjut,” tuturnya.

Cerita haru juga datang dari Wawan, seorang pengamen badut yang sehari-hari mengais rezeki di jalanan. Ia mengaku hampir tak kuasa menahan air mata saat melihat langsung Presiden datang ke lingkungannya.

“Terharu banget, hampir nangis. Baru pertama kali ada Presiden datang ke sini. Senang rasanya,” kata Wawan.

Sementara itu, Cono, seorang pemulung, bahkan sempat berbincang langsung dengan Presiden. Ia masih mengingat jelas percakapan singkat yang terjadi secara spontan tersebut.

“Kaget, spontan saja. Pak Prabowo tanya, mau enggak dibikinin rumah susun. Saya bilang mau, Pak, karena saya memang enggak punya banyak tempat tinggal,” ungkapnya.

Kehadiran Prabowo Subianto di Kelurahan Kramat bukan sekadar kunjungan biasa. Di balik gang sempit yang selama ini jarang tersorot, momen itu menjadi simbol bahwa negara hadir—menyapa, mendengar, dan memberi harapan.

Sore itu, Kramat bukan lagi sekadar permukiman padat. Ia berubah menjadi ruang harapan, tempat di mana warga merasa dilihat, didengar, dan dihargai oleh pemimpinnya sendiri.

Melalui media resmi Presiden dan Kementrian  Sekretariat Negara Republik Indonesia,  Prabowo menyebut kunjungan itu sebagai upaya mendengar langsung suara masyarakat. Ia pun menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perubahan nyata.

“Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah ini dengan cepat,” tulisnya.

Kunjungan tanpa protokol ini bukan sekadar agenda singkat. Bagi warga Kramat, itu adalah momen langka ketika jarak antara pemimpin dan rakyat terasa hilang. Di tengah himpitan ruang dan kerasnya hidup di bantaran rel, kehadiran Presiden membawa sesuatu yang lebih dari sekadar kejutan—ia menghadirkan harapan.(Diolah dari BPMI – Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *