Oleh : Aan Dwi Puantoro
Channel8.co.id – Jakarta. Lebaran selalu punya cara menghadirkan kehangatan. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan Idulfitri dengan saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan berbagi cerita. Di balik tradisi itu, tersimpan makna yang lebih dalam: silaturahim.
Ustadz Zakaria dari Duta Mulia menuturkan, silaturahim bukan sekadar rutinitas Lebaran, melainkan ibadah yang membawa banyak keberkahan. “Silaturahim itu memperpanjang umur dalam arti keberkahan hidup, melapangkan rezeki, dan menumbuhkan kasih sayang di antara sesama,” ujarnya dengan penuh kelembutan.
BACA JUGA : Lebaran Keluarga Cendana
Mengapa Silaturahim Penting?
• Menguatkan ikatan keluarga dan persaudaraan.
Lebaran menjadi momentum untuk merajut kembali hubungan yang mungkin renggang.
• Membuka pintu rezeki.
Allah menjanjikan kelapangan bagi mereka yang menjaga hubungan baik dengan sesama.
• Menumbuhkan empati.
Dengan berkunjung, kita belajar memahami kondisi orang lain, sehingga tumbuh rasa peduli.
• Menjaga keberkahan hidup.
Silaturahim membuat hidup lebih bermakna, penuh doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.
BACA JUGA : Tanpa Pengawalan Ketat, Prabowo Tiba di Gang Sempit Kramat
Ustadz Zakaria mengingatkan agar kesibukan atau gengsi tidak menjadi penghalang. “Lebaran adalah saat terbaik untuk membuka hati, meminta maaf, dan memberi maaf. Dengan begitu, kita bukan hanya menjaga hubungan dengan sesama, tapi juga memperkuat hubungan dengan Allah,” katanya.

Lebaran, Lebih dari Sekadar Hidangan
Di tengah suasana Lebaran, silaturahim menjadi jembatan yang menghubungkan hati. Dari rumah ke rumah, dari senyum ke senyum, Lebaran bukan hanya tentang hidangan lezat, tetapi tentang rasa hangat yang membuat kita kembali dekat, kembali rukun, dan kembali damai.
BACA JUGA : Prabowo–Anwar Reuni Hangat di Istana
Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan energi spiritual yang menjaga keberkahan hidup. Silaturahim menjadikan Lebaran lebih dari perayaan: ia adalah komitmen untuk terus merawat persaudaraan sepanjang waktu. (Aan DP)
Catatan Penulis :
Aan Dwi Puantoro
Journalist dan Pemerhati Sosial
============





