Channel8.co.id | Jakarta. Suasana di Bank CIMB Niaga Kalimalang terasa berbeda. Sejak pukul 08.00 WIB, Ibu Martini Bagindo Djamaluddin, calon jamaah haji dari KBIH Sya’airullah, datang bersama putranya dengan penuh harapan. Hari itu adalah hari terakhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), sebuah momen penting yang menentukan langkahnya menuju Tanah Suci, selasa (23/12/2025).
Namun, harapan itu sempat terganjal. Sistem SISKOHAT, yang menjadi tulang punggung pencatatan pelunasan haji, mengalami gangguan. Setelah menunggu cukup lama, ibu lima anak itu akhirnya diminta pulang terlebih dahulu oleh pihak bank.
“Saya sudah datang pagi-pagi, berharap bisa langsung selesai. Tapi ternyata sistemnya error. Untungnya pihak bank tetap menerima setoran, melayani dengan baik, jadi saya merasa lebih lega,” tutur Martini dengan nada pasrah namun tetap tenang.
Gangguan ini bukan hanya dialami oleh Martini. Sejumlah jamaah lain juga merasakan hal serupa. Di ruang tunggu bank, wajah-wajah penuh harap bercampur dengan rasa cemas. Ada yang sibuk bertanya kepada petugas, ada pula yang memilih duduk diam sambil menunggu kabar.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Haji segera merespons dengan surat edaran Nomor S-20/PL/2025. Dalam edaran tersebut ditegaskan, bank tetap menerima setoran pelunasan Bipih. Dana jamaah akan disimpan di rekening masing-masing dan transaksi pelunasan akan diproses setelah sistem SISKOHAT kembali normal.
Bagi jamaah, kepastian ini menjadi sedikit penenang di tengah ketegangan. Meski kecewa karena pencatatan belum bisa dilakukan secara langsung, mereka tetap berusaha sabar.
“Yang penting uang sudah masuk, tinggal menunggu sistem kembali normal, Bismillah tidak ada masalah” ujar Aan Dwi Puantoro, putranya Martini.
Hari terakhir pelunasan ini akhirnya menjadi ujian kesabaran. Di balik gangguan teknis, tersimpan kisah tentang keteguhan hati jamaah yang tetap bersemangat menunaikan kewajiban administrasi. Perjalanan menuju Tanah Suci memang bukan sekadar soal fisik dan finansial, tetapi juga kesiapan mental menghadapi dinamika yang tak terduga.






