Soeharto, Ibu Tien dan keluarga besarnya yang ada di Solo dan Yogyakarta (Foto: Arsip Keluarga Cendana)

Sering Diputar di Istana,
Ini 3 Lagu Favorit Presiden Soeharto

Presiden Soeharto (kanan) dan Jacob Oetama (kiri) (Foto: Arsip RI)

Warisan Kepemimpinan Soeharto Menurut Jacob Oetama

Jenderal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Tutut Soeharto : Presiden Prabowo Tahu Rekam Jejak Bapak Saya Pimpin Indonesia

GURATAN

SEJARAH

Kerajaan Majapahit, yang didirikan oleh Raden Wijaya setelah mengalahkan pasukan Mongol di bawah Dinasti Yuan, menjadi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mencapai masa kejayaannya dengan wilayah kekuasaan yang luas, mencakup sebagian besar Nusantara. Kitab Nagarakretagama dan Pararaton menjadi sumber utama yang menggambarkan kebesaran kerajaan ini.

Vereenigde Ootstindische Compagnie (VOC)
(1602 M)

Islam mulai menyebar di Nusantara melalui para pedagang Arab, Gujarat, dan Persia, serta melalui kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudra Pasai, Demak, dan Mataram. Proses penyebaran ini berlangsung secara damai, dengan pendekatan akulturatif yang menggabungkan nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam. Pada abad ke-16, Islam telah menjadi agama dominan di banyak wilayah Nusantara, termasuk Jawa dan Sumatra.

Dot Red

Penyebaran Islam di Nusantara (Abad ke-13–16)

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), perusahaan dagang Belanda, didirikan pada tahun 1602 untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara. VOC memiliki hak monopoli dagang dan kekuasaan militer, yang memungkinkannya mengendalikan banyak wilayah di Indonesia. Meskipun awalnya bertujuan komersial, praktik eksploitasi dan penindasan yang dilakukan VOC menyebabkan penderitaan bagi rakyat Indonesia hingga akhirnya bangkrut pada tahun 1799.

Pendirian Majapahit (1293 M)

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa ini menandai berakhirnya penjajahan selama lebih dari 350 tahun dan dimulainya era kemerdekaan. Proklamasi ini juga menjadi momentum penting dalam sejarah dunia, karena Indonesia menjadi salah satu negara pertama di Asia yang merdeka setelah Perang Dunia II.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
(17 Agustus 1945)

Setelah perjuangan panjang melawan kolonialisme Belanda, termasuk perang kemerdekaan selama empat tahun, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Pengakuan ini disahkan pada tanggal 27 Desember 1949, meskipun Belanda tetap mempertahankan Irian Barat hingga tahun 1963. Peristiwa ini menandai pengakuan internasional atas eksistensi Indonesia sebagai negara merdeka.

Pengakuan Kedaulatan oleh Belanda
(27 Desember 1949)

Pandemi COVID-19 pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Maret 2020 dan berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Pemerintah mengambil langkah-langkah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan vaksinasi massal untuk menangani krisis ini. Pandemi ini juga mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pekerjaan, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan publik.

Pandemi Covid 19 (2020)

28 Oktober: Sumpah Pemuda ke-98, Apa Isi Ikrar 1928 dan Kenapa Masih Relevan?

28 Oktober: Sumpah Pemuda ke-98, Apa Isi Ikrar 1928 dan Kenapa Masih Relevan?

Explain Channel 8

Rabu, 28 Oktober 2026, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” — dan ya, besok bukan hari libur. Ini penting karena ikrar yang dibacakan para pemuda pada 1928 — satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa — adalah fondasi kenapa kita yang berbeda-beda suku dan bahasa bisa menyebut diri satu Indonesia, dan tema tahun ini mengajak pemuda menerjemahkan ikrar itu ke tindakan nyata.

Dua Wajah, Satu Jiwa: Saat Topeng Indonesia dan Korea Bercerita Hal yang Sama

Dua Wajah, Satu Jiwa: Saat Topeng Indonesia dan Korea Bercerita Hal yang Sama

Human

Pameran “Dua Wajah, Satu Jiwa” di Museum Nasional mempertemukan topeng tradisional Indonesia dan Korea — termasuk sepuluh pasang topeng yang ternyata bercerita tentang hal yang sama, seperti topeng yang sama-sama menggambarkan manusia di usia senja. Ini penting karena topeng sering kita anggap sekadar hiasan, padahal ia adalah cermin: cara dua bangsa yang jauh berbeda memaknai hidup, tua, dan jati diri.

Channel8.co.id

Hari Kedua Berturut-turut Merah, IHSG Anjlok Hampir 2 Persen ke 5.266

Hari Kedua Berturut-turut Merah, IHSG Anjlok Hampir 2 Persen ke 5.266

Bisnis

Setelah Senin memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa ini anjlok lebih dalam — turun 106,96 poin atau 1,99 persen ke level 5.266,13 — sementara rupiah ikut melemah ke Rp18.156 per dolar AS. Ini penting meski kamu bukan pemain saham: pasar yang goyah dua hari berturut-turut adalah sinyal bahwa pelaku pasar sedang gelisah menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan penataan ulang indeks global pada November.

486 Konten Diturunkan, DPR: Hak Rakyat Tak Boleh Dibatasi Sembarangan

486 Konten Diturunkan, DPR: Hak Rakyat Tak Boleh Dibatasi Sembarangan

Politik

Polemik penurunan 486 konten media sosial oleh Komdigi kembali memanas setelah Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengingatkan bahwa hak warga menyampaikan pendapat tidak boleh dibatasi sembarangan. Ini penting buat kamu yang hidupnya nempel di media sosial: siapa sebenarnya yang boleh menghapus sebuah unggahan, dan dengan dasar apa — pertanyaan itu sampai hari ini belum terjawab tuntas.

Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Jatim: Kecelakaan Naik 23 Persen

Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Jatim: Kecelakaan Naik 23 Persen

Terkini

Korlantas Polri menggelar Operasi Patuh 2026 serentak di seluruh Indonesia pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan fokus edukasi dan tilang elektronik — bukan sekadar razia. Ini penting karena angka kecelakaan di Jawa Timur naik 23 persen pada Januari–September 2026, dan hampir semua pelanggaran yang ditindak adalah pelanggaran yang sehari-hari kita lihat di jalan: tanpa helm, melawan arus, dan main ponsel saat berkendara.