Channel8.co.id – Jakarta. Jelang Pernikahan Darma Mangkuluhur Hutomo, putra Hutomo Mandala Putra atau Tomi Soeharto melaksanakan tradisi Pengajian dan Siraman . Prosesi dilaksanakan hari Jumat 09/01/2026 di Teuku Umar Mansion Menteng Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri seluruh keluarga dan kerabat Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto
Kegiatan ini terangkum dalam foto-foto berikut ini :
Mengawali rangkaian kegiatan adalah dengan pengajian yang dipandu Majelis Ta’lim An Nuur Barokah pimpinan Hj. Yani Bambang Adjie Soerjosoebandoro. Bersama keluarga, dilantunkan shalawat, doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti putra putri, cucu serta cicit dan kerabat keluarga besar H.M. Soeharto

Dalam rangkaian pengajian yang berlangsung khidmat, Darma dengan penuh kerendahan hati memohon maaf kepada kedua orang tuanya atas segala khilaf dan kesalahan yang pernah diperbuat, seraya memohon doa dan restu untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersama wanita pilihannya, Patricia Schultz Hadi, dengan harapan limpahan doa orang tua tersebut menjadi pelindung dari berbagai rintangan dan cobaan, sekaligus menuntun perjalanan rumah tangga mereka kelak menuju kehidupan yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

Selesai prosesi pengajian dan mendapatkan nasehat kehidupan serta doa dari tokoh pemuka agama, Darma Mangkuluhur mengikuti rangkaian Siraman.
Siraman dalam adat Jawa bukan sekadar prosesi memandikan calon pengantin. Di balik guyuran air dari tujuh sumber mata air yang mengalir perlahan, tersimpan makna mendalam tentang penyucian diri dan doa yang tulus dari orang-orang terkasih.

Air menjadi simbol utama. Ia melambangkan kesucian, kehidupan, dan awal yang baru. Lewat siraman, calon pengantin dimaknai tengah membersihkan diri—bukan hanya secara lahir, tetapi juga batin. Segala sifat buruk, kesalahan masa lalu, hingga beban hati dilepaskan, agar langkah menuju kehidupan rumah tangga dimulai dengan hati yang bening dan niat yang lurus.

Prosesi ini kian bermakna ketika orang tua, kakek-nenek, dan para sesepuh ikut menyiramkan air. Setiap guyuran adalah restu. Setiap tetesnya mengandung doa: keselamatan, kebahagiaan, dan harapan agar rumah tangga yang akan dibangun kelak berjalan langgeng dan penuh berkah.

Dalam keheningan siraman, air memang mengalir di tubuh calon pengantin. Namun yang sesungguhnya mengalir adalah doa orang tua—doa yang menyertai anaknya melangkah menuju babak baru kehidupan.

Asal air siraman dalam tradisi jawa , secara tradisional, air siraman berasal dari tujuh sumber air yang berbeda. Angka tujuh (pitu dalam bahasa Jawa) melambangkan pitulungan, yakni pertolongan dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.





