Channel8.co.id – Jakarta.Kabar baik datang dari sektor pangan nasional. Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor pangan pokok strategis sepanjang 2026. Kepastian ini memberi napas lega bagi petani dan masyarakat, di tengah fluktuasi global yang masih membayangi.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan, ketersediaan pangan nasional ditopang stok sisa 2025 yang kuat serta proyeksi produksi dalam negeri yang dinilai lebih dari cukup. Keputusan tersebut tertuang dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang disusun bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Pemerintah sepakat tidak perlu impor beras, gula konsumsi, dan jagung pakan pada 2026. Stok dan produksi nasional sudah kuat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa.
Untuk komoditas beras, stok awal 2026 tercatat mencapai 12,5 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah. Jumlah ini dinilai cukup memenuhi kebutuhan hampir lima bulan, bahkan sebelum panen raya berlangsung. Produksi beras nasional sepanjang 2026 juga diproyeksikan tetap tinggi.
Jagung dan gula konsumsi menunjukkan kondisi serupa. Stok jagung awal tahun dinilai aman, dengan produksi nasional yang diperkirakan terus menopang kebutuhan pakan dan konsumsi. Sementara itu, stok gula konsumsi dipastikan cukup hingga lebih dari enam bulan, tanpa perlu membuka keran impor.
Tak hanya itu, Bapanas menegaskan Indonesia juga telah mandiri dalam komoditas bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Produksi petani dan peternak dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi petani dan peternak.
“Petani dan peternak kita tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera, dan hasil kerja kerasnya harus dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Dengan stok aman dan produksi terjaga, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional sepanjang 2026 tetap kokoh—memberi harapan baru bagi petani sekaligus rasa aman bagi masyarakat.





