BeritaFotoHistoria

Dalam Senyap, Kasih Itu Berbicara. Potret Hangat Kedekatan Keluarga Antara Presiden Kedua RI Almarhum Soeharto dan Tutut Soeharto yang Viral

×

Dalam Senyap, Kasih Itu Berbicara. Potret Hangat Kedekatan Keluarga Antara Presiden Kedua RI Almarhum Soeharto dan Tutut Soeharto yang Viral

Sebarkan artikel ini
Potret kedekatan keluarga. Momen kebersamaan Presiden ke-2 RI Soeharto dengan putri sulungnya, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut). Mbak Tutut dikenal setia mendampingi sang ayah dalam berbagai fase kehidupan hingga akhir hayat. Kehadirannya kerap dipandang sebagai simbol bakti dan keteguhan hubungan orang tua dan anak dalam lingkup keluarga.

Channel8.co.id – Jakarta.  Potret hangat kedekatan keluarga antara Presiden kedua RI Almarhum Soeharto dan putri sulungnya, Siti Hardiyanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut, kembali menarik perhatian publik.

Siti Hardiyanti Rukmana dikenal sebagai anak pertama dari Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Sejak muda, ia kerap muncul di sisi sang ayah dalam berbagai kesempatan publik, baik dalam kegiatan kenegaraan maupun pertemuan keluarga.

Sebagai putri tertua, Mbak Tutut sering kali menjadi figur yang mendampingi Soeharto. Bahkan ketika mantan presiden wafat pada 27 Januari 2008, Siti Hardiyanti Rukmana terlihat mendampingi anggota keluarga lainnya di rumah sakit saat sang ayah menghembuskan nafas terakhir.

Putra putri menemani Pak Harto di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Jumat – 25/01/2008 (Dokumentasi foto Tutut Soeharto)

Dalam berbagai kesempatan lain, Mbak Tutut juga aktif menjaga tradisi dan silaturahim keluarga, seperti saat bersama adik-adiknya mengunjungi tokoh ulama di luar Jakarta.

Putri Cendana bersilaturahmi dengan Mbah Maimun Zubair Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar (atau Al Anwar Sarang) di Rembang, Jawa Tengah Sabtu. 02/03/2019 (Foto Koni Bardianto)

Lebih jauh, setelah periode kepemimpinan ayahnya berakhir, Siti Hardiyanti tetap menjadi sosok publik yang sering dimintai komentar terkait sejarah dan warisan Orde Baru. Ia pernah berbicara tentang istilah “berhenti” yang digunakan Soeharto saat tidak lagi menjabat Presiden pada tahun 1998.

Potret kedekatan batin antara ayah dan anak seperti yang terlihat dalam foto ini memperlihatkan sisi personal dari kehidupan keluarga tokoh bersejarah Indonesia—sebuah kisah tentang cinta, bakti, dan kenangan yang terus dikenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *