Channel8.co.id – Surakarta. Menjelang datangnya bulan suci, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memilih berdiri di tengah denyut perdagangan rakyat. Ia menyambangi Pasar Legi, Surakarta, Kamis (12/2/2026), memastikan satu hal: bahan pokok tersedia dan harga tetap bersahabat.
Dalam peninjauan tersebut, Titiek Soeharto menyusuri area perdagangan sambil berdialog dengan pedagang dan pembeli. Ia memastikan distribusi pangan berjalan lancar sehingga masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau.
Lorong demi lorong dilalui. Titiek berhenti di lapak beras, menoleh ke tumpukan cabai, lalu berbicara dengan pedagang yang sejak pagi menunggu pembeli. Di pasar terbesar di Solo Raya itu, ia ingin melihat langsung situasi nyata, bukan sekadar laporan di atas meja.

“Kita harus pastikan stok aman. Masyarakat harus bisa beribadah tanpa dihantui kenaikan harga,” kata Titiek usai berdialog dengan pedagang dan warga.
Dari pantauan lapangan, mayoritas harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur masih dalam batas stabil. Hanya beberapa komoditas seperti cabai rawit merah yang mulai merangkak naik, mengikuti dinamika pasokan nasional.

Seorang pedagang beras Suyanto (45 ) mengaku senang karena wakil rakyat datang langsung mengecek kondisi pasar. “Kalau begini kami merasa diperhatikan. Harapannya suplai tetap lancar supaya harga tidak melonjak,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan pembeli. Rini, ibu rumah tangga yang ditemui saat memilih kebutuhan dapur, berharap kestabilan ini bisa bertahan hingga Ramadhan. “Yang penting jangan tiba-tiba mahal. Kami ingin tenang menyiapkan puasa,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek didampingi Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, serta jajaran Perum Bulog. Mereka memastikan cadangan pangan pemerintah cukup dan siap digelontorkan melalui operasi pasar bila terjadi gejolak.
Bagi Titiek, kehadiran di pasar rakyat bukan sekadar agenda kunjungan. Ini adalah pesan bahwa negara tidak boleh jauh dari denyut kebutuhan warganya. “Ukuran kita sederhana: rakyat bisa beli dengan harga wajar,” tegasnya.Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Komisi IV DPR RI terus mengawal distribusi dari hulu ke hilir agar ketahanan pangan benar-benar terasa, terutama pada momen krusial menjelang Ramadhan. (Koni)








