BeritaDelapanPagi

Jenius dari Desa! Daffa, Anak SD yang Bikin Dunia Maya Heboh karena Otaknya”

×

Jenius dari Desa! Daffa, Anak SD yang Bikin Dunia Maya Heboh karena Otaknya”

Sebarkan artikel ini
Daffa Anak Jenius asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (tangkapan layar media sosial Tiktok)

Oleh : Bakarudin AK

Channel8.co.id – BOJONEGORO, April 2026 — Nama Daffa Ardiansyah Pratama mendadak viral di berbagai platform media sosial. Bocah kelahiran 29 Juli 2017 asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini menyita perhatian publik karena kecerdasannya yang jauh melampaui anak seusianya.

Di usia yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar, Daffa telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memahami mesin, teknologi, hingga sistem mikrokomputer secara otodidak. Putra pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana ini sejak kecil dikenal memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terutama terhadap hal-hal yang berkaitan dengan teknologi, alam, dan cara kerja suatu sistem.

Melalui berbagai tayangan yang beredar di media sosial, Daffa tampak piawai menjelaskan konsep-konsep rumit elektronika dengan bahasa sederhana. Bahkan, ia mampu menggunakan media peraga unik seperti kue kering untuk menjelaskan proses terbentuknya gunung, serta mengibaratkan fungsi daun seperti jantung dan paru-paru pada manusia.

Yang menarik, kemampuan Daffa bukan sekadar hafalan. Ia mampu menjawab pertanyaan ayahnya dengan logika yang runtut, layaknya seorang ahli yang memahami konsep secara mendalam.

lihat link instagram bocah Daffa : https://www.tiktok.com/@profes0rcilik/video/7625087755114040596

Menurut sang ayah, bakat Daffa sudah terlihat sejak usia dini. Saat masih di taman kanak-kanak, Daffa pernah mengajukan pertanyaan teknis kepada gurunya mengenai fungsi busi pada kendaraan. Namun karena tidak mendapat jawaban memuaskan, Daffa sempat enggan kembali ke sekolah. ‎“Dia bilang, tidak mau sekolah karena gurunya tidak bisa mengajari,” ujar Andik, mengutip pengalamannya.

Kekhawatiran orang tua sempat membawa Daffa menjalani pemeriksaan medis. Setelah dirujuk dari Puskesmas Dander ke dokter spesialis kejiwaan, hasilnya justru mengejutkan. “Dokter menyampaikan bahwa Daffa tergolong anak jenius, bukan autis,” kata Andik, seperti dikutip dari media lokal di Jawa Timur, Suarabanyuurip.com, Rabu (8/4/2026).

Tangkapan layar Tiktok Daffa asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, anak jenius yang viral.

‎Meski memiliki kecerdasan tinggi, perjalanan akademik Daffa tidak sepenuhnya mulus. Nilai sekolahnya cenderung biasa saja karena ia kurang tertarik pada metode pembelajaran formal. Daffa lebih menyukai praktik langsung dan eksplorasi mandiri.

Ketertarikannya itu telah melahirkan berbagai karya. Ia pernah membuat dimmer untuk mengatur tegangan listrik, hingga merakit robot sederhana berupa sapu otomatis. Bahkan, dalam eksperimen yang cukup ekstrem, Daffa pernah mencoba membuat bubuk menyerupai mesiu dari bahan dapur.“Saya uji, bubuk buatan Daffa memang bisa bereaksi seperti mercon,” ungkap sang ayah dengan nada heran, sekaligus mengakui perlunya pengawasan lebih ketat.

Sekali lagi media sosial memang menjadi salah satu platform yang memiliki kekuatan besar untuk menyebarkan informasi. Jutaan penonton membanjiri platform Tiktok, YouTube melirik Andik Sujianto dan Daffa. Terlepas dari kekuatan media sosial atau yang Roy Suryo sering sebut badan intelijen netizen (bin)—Daffa ditampilkan sebagai aktor cilik oleh Sang Bapak—bukan untuk memainkan skenario, melainkan sebuah kisah nyata, menggambarkan kemampuan intelektual dan komunikasi Sang Anak. Daffa memang mendapat anugerah istimewa dari Sang Illahi, namun juga mendapat dorongan motivasi dari kedua orangtuanya, “membaca dan terus bersedia banyak hal tentang ilmu pengetahuan”—sebuah aspek yang akan menjadi pondasi kemampuan berpikir, bukan sekedar hafalan, yang sering terlihat pada beberapa orang pejabat publik.

Sosok Daffa dapat dijadikan sebagai figur, ikon, dan boleh jadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Para orangtua dapat memfasilitasi untuk mengasah kelebihan pada anak-anaknya, namun bukan membukakan jalan dengan cara instan, yang justru berdampak negatif, apalagi memang sang buah hati tidak memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman yang memadai untuk mengemban sebuah amanah jabatan publik. Oleh karena itu, pemerintah dalam konteks Daffa, adalah Kementerian Pendidikan Nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk segera menelisik keistimewaan Daffa. Jangan sampai potensi yang dimiliki Daffa, tergerus karena salah dalam dalam perjalanan pembelajarannya.

Pemerintah harus memiliki kepekaan menangkap potensi-potensi yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Selain itu, tidak perlu melakukan klaim atas keistimewaan yang dimiliki Daffa. Jika terbukti memang Daffa memiliki potensi untuk menjadi ilmuwan, boleh jadi, dirinya akan menjadi bagian strategis dalam membangun kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia. Daffa dan orangtuanya tidak dapat dibiarkan untuk berjuang sendiri, negara pemerintah harus mengulurkan tangan, sehingga potensi yang dimiliki, tidak sia-sia, bahkan ditangkap oleh negara lain. Semoga kecerdasan Daffa menjadi bagian penting dalam mendorong kreativitas anak-anak bangsa, seperti kita ketahui terasuki dampak negatif berbagai platform media sosial, yang mengubah orientasi dalam kehidupannya. Tunggu apalagi. (BAKARUDIN AK)

Catatan Penulis :

Bakarudin AK 

Penulis dan Pengamat di bidang biografi, ekonomi desa, dan opini terkait isu energi

============

Channel8.co.id adalah platform digital media on line.  Konten ini menjadi tanggung jawab penulis/bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Channel8.co.id.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *