Channel8.co.id, Jakarta — Diskusi dan launching buku Legacy Pak Harto di panggung Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, JCC Senayan, Kamis (1/10/2026), mengangkat satu pertanyaan penting: seperti apa pemimpin bisa mengetahui kondisi rakyat yang sebenarnya?
Forum menghadirkan Mahpudi, penulis buku Legacy Pak Harto, serta Prof. Dr. Anthony Budiawan sebagai narasumber. Diskusi dibuka Prof. Dr. Tria Sasangka Putra, S.H., LL.M., CFE., CLA., Sekretaris Yayasan Harapan Kita, dan dipandu Nadilla Saleh.

Dalam materi presentasinya, Prof. Anthony mengangkat tema “Pemimpin Arif yang Dekat dengan Rakyat”, dengan menjadikan perjalanan Incognito Pak Harto pada 1970 sebagai contoh bagaimana seorang pemimpin mencari informasi langsung dari lapangan.
Ketika laporan tidak selalu menggambarkan kenyataan
Prof. Anthony menjelaskan, salah satu persoalan dalam pemerintahan adalah informasi dari masyarakat harus melewati banyak lapisan sebelum sampai kepada pemimpin. Informasi dari warga disaring petugas lapangan, diringkas di tingkat daerah, diagregasi menjadi angka di kementerian, hingga akhirnya diterima pemimpin dalam bentuk laporan singkat.
Akibatnya, semakin panjang rantai laporan, semakin besar kemungkinan kondisi nyata di lapangan berbeda dengan informasi yang sampai ke meja pemimpin.

Karena itu, perjalanan incognito Pak Harto pada 1970 dinilai menarik untuk melihat bagaimana pemimpin mencoba memperoleh informasi secara langsung.
Menurut materi tersebut, perjalanan dilakukan pada April dan Juli 1970, menyusuri sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali. Tujuannya untuk mengetahui langsung kondisi masyarakat dan melihat apakah program pembangunan benar-benar berjalan di lapangan.
Yang menarik, perjalanan itu dilakukan dengan rombongan kecil, tanpa pemberitahuan kepada pejabat daerah, serta menggunakan identitas “Pak Mantri”. Dengan cara tersebut, suasana yang ditemui di lapangan diharapkan tidak sempat dipersiapkan terlebih dahulu oleh birokrasi.
Bukan sekadar turun ke lapangan
Namun, pesan utama diskusi bukan sekadar soal pemimpin harus datang dan melihat langsung.
Materi Prof. Anthony menekankan bahwa temuan lapangan harus digunakan untuk menguji laporan resmi. Satu desa memang tidak bisa dianggap mewakili seluruh Indonesia, tetapi jika kenyataan di lapangan berbeda dengan laporan, maka laporan tersebut perlu diperiksa kembali. Pemimpin.

Sejumlah studi yang dikutip dalam materi juga menunjukkan bahwa kehadiran pemimpin atau inspeksi mendadak saja belum tentu otomatis memperbaiki kinerja. Dampak lebih besar muncul ketika temuan diikuti verifikasi independen, tanggung jawab, konsekuensi, dan penyelesaian masalah.
Lima pelajaran untuk pemimpin hari ini
Dari perjalanan Incognito 1970, Prof. Anthony merumuskan lima prinsip: melihat tanpa diumumkan, menguji laporan dengan temuan, menuntaskan dan mencatat masalah, membangun saluran informasi independen, serta membedakan antara melihat kondisi nyata dan sekadar tampil di depan publik.
Bagi generasi muda, pesan ini terasa relevan di tengah era banjir informasi dan media sosial. Pemimpin tidak cukup hanya menerima angka, laporan, atau konten yang sudah dipoles. Pemimpin perlu memastikan informasi yang diterimanya benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat.
Pada akhirnya, materi diskusi menyimpulkan bahwa Incognito 1970 bukan semata-mata tentang penyamaran, tetapi tentang kesadaran bahwa laporan resmi bisa menyaring kenyataan dan pentingnya menguji laporan tersebut dengan realitas di lapangan. (koni)
Views: 13






