Channel8.co.id – Jakarta. Suasana yang biasanya formal dan penuh dinamika politik di ruang rapat Komisi IV DPR RI mendadak berubah hangat dan penuh haru. Di sela padatnya agenda legislasi, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mendapat kejutan ulang tahun ke-67, Selasa (14/4/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan.
Momen tersebut tak sekadar seremoni biasa. Kehadiran putra tunggalnya, Didit Prabowo, menjadi sentuhan personal yang memperkuat nuansa kekeluargaan di tengah rutinitas kenegaraan. Didit tampil serasi dengan sang ibu, mengenakan batik cokelat, sementara Titiek terlihat anggun dalam balutan batik bernuansa merah muda dan hijau, lengkap dengan selendang senada.

Kejutan semakin meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat negara yang menjadi mitra kerja Komisi IV, di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Mereka bersama anggota DPR lainnya turut membawa kue ulang tahun dan nasi tumpeng sebagai simbol syukur.

Dalam suasana penuh kehangatan, Titiek memotong kue dan tumpeng, lalu memberikan potongan pertama kepada Didit. Momen itu berlanjut dengan pelukan dan ciuman penuh kasih, menciptakan suasana haru yang jarang terlihat di ruang parlemen.
“Terima kasih bapak ibu semua. Terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Saya sudah dikasih umur panjang sampai sekarang 67 tahun, mudah-mudahan saya senantiasa diparingi kesehatan,” ujar Titiek dengan suara penuh syukur.
Ia juga berharap, di usia yang baru, dirinya dapat terus memberi manfaat.
“Semoga sisa umur saya bisa bermanfaat. Terima kasih atas kebersamaannya. Semoga kita semua diparingi sehat,” tambahnya.

Meski diselimuti suasana perayaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas. Rapat kerja yang dipimpin Titiek bersama Kementerian Kehutanan sebelumnya tetap berjalan dengan fokus membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola jasa lingkungan, evaluasi kunjungan wisata di kawasan konservasi seperti Pulau Komodo, hingga regulasi perubahan fungsi kawasan hutan.

Momen ulang tahun ini pun seakan menjadi simbol harmoni antara sisi personal dan tanggung jawab publik. Di tengah tekanan dan kompleksitas tugas negara, kehangatan keluarga dan kebersamaan lintas institusi justru menjadi energi baru dalam memperkuat sinergi legislatif dan eksekutif.
Di ruang yang sama, antara dokumen kebijakan dan agenda negara, terselip cerita sederhana tentang rasa syukur, cinta seorang ibu, dan harapan untuk terus mengabdi bagi negeri.(koni)





