Berita

Sidak ke Cipinang, Komisi IV DPR Cek Langsung Stok Beras: Aman, Harga Mulai Turun

×

Sidak ke Cipinang, Komisi IV DPR Cek Langsung Stok Beras: Aman, Harga Mulai Turun

Sebarkan artikel ini
Perum Bulog bersama Komisi IV DPR menginspeksi mendadak (sidak) Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, untuk memastikan secara langsung kondisi ketersediaan, pasokan, kualitas, dan harga beras di salah satu barometer perdagangan beras terbesar nasional (Dokumentasi : Perum Bulog)

Channel8.co.id, Jakarta  — Ada kabar yang cukup menenangkan bagi masyarakat yang sedang memantau harga kebutuhan pokok. Komisi IV DPR RI turun langsung mengecek kondisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026).

Kunjungan kerja spesifik tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Rombongan didampingi Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta sejumlah pihak terkait.

Pasar Induk Beras Cipinang menjadi salah satu titik penting yang dipantau karena pasar ini merupakan salah satu pusat perdagangan beras nasional.

Cek langsung ke kios pedagang

Dalam sidak tersebut, rombongan tidak hanya melihat stok dari luar. Mereka mendatangi sejumlah kios dan berdialog langsung dengan pedagang.

Yang ditanyakan cukup sederhana, tetapi penting: berasnya ada atau tidak, dari mana pasokannya, bagaimana perputarannya, serta berapa harga jualnya.

BULOG dan Komisi IV DPR RI Sidak Pasar Induk Cipinang, Stok Berlimpah dan Harga Terkendali (Dokumentasi : Perum Bulog)

Dari hasil pengecekan, stok beras di PIBC dilaporkan tersedia dan pasokan masih mengalir dari sejumlah sentra produksi, antara lain Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Titiek mengatakan kondisi stok yang dilihat langsung di lapangan cukup tersedia, sementara harga juga masih berada pada kondisi yang terjangkau sesuai jenis dan kualitas beras.

Stok aman, distribusi tetap jadi perhatian

Bagi Komisi IV, persoalannya bukan hanya soal berapa banyak beras yang tersimpan di gudang.

Beras harus bergerak.

Artinya, pasokan dari petani dan sentra produksi harus bisa sampai ke pasar, kemudian diteruskan ke pedagang pengecer hingga akhirnya sampai ke masyarakat.

Ketua Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya distribusi yang efektif dan efisien agar stok yang tersedia benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

Bapanas juga mencatat pasokan beras yang masuk ke PIBC pada September 2026 berada di kisaran 1.500 ton per hari. Dalam pemantauan Jumat tersebut, stok di pasar induk disebut masih dalam kondisi aman.

Harga mulai turun di tingkat distributor

Ada perkembangan lain yang menjadi perhatian.

Berdasarkan keterangan Bapanas, sejumlah pedagang menyebut harga beras mulai mengalami penurunan dalam sekitar dua pekan terakhir. Namun, penurunan tersebut disebut baru terasa di tingkat distributor dan belum sepenuhnya diteruskan kepada pengecer.

Artinya, harga di tingkat konsumen tetap perlu dipantau.

Sebab bagi masyarakat, indikator paling terasa bukan hanya stok yang menumpuk di gudang, tetapi berapa harga beras ketika dibeli di pasar atau toko.

Cadangan beras pemerintah 4,8 juta ton

Di sisi lain, pemerintah juga menyampaikan posisi cadangan beras yang cukup besar.

Per 2 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog disebut mencapai sekitar 4,8 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu faktor yang digunakan pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras nasional.

Bulog juga menyatakan menyalurkan sekitar 4.000 ton beras SPHP per hari ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Kenapa sidak ini penting?

Buat masyarakat, terutama konsumen yang setiap hari membeli beras, persoalannya sebenarnya sederhana:

Beras harus ada, harganya masuk akal, kualitasnya sesuai, dan pasokannya tidak putus.

Karena itu, pengecekan langsung ke Pasar Induk Cipinang menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap ketersediaan dan harga pangan.

Hasil pemantauan Jumat (2/10) menunjukkan stok beras di PIBC tersedia, pasokan berjalan, dan harga di tingkat pasar induk terpantau terkendali.

Namun pekerjaan belum selesai.  Tantangannya adalah memastikan kondisi tersebut terus berlanjut hingga beras sampai ke tangan konsumen di berbagai daerah dengan harga yang tetap terjangkau.  Beras ada di gudang, tetapi yang paling penting: beras sampai ke meja makan masyarakat. (koni)

Views: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *