Channel8.co.id- Jakarta, Perempuan Indonesia dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Konsultan bisnis sekaligus CEO PT Idea Citra Perkasa dan Founder WT Modeling, Wiwied Taher, menegaskan perempuan saat ini telah menjadi garda terdepan di berbagai sektor kehidupan, mulai dari industri, pertanian, pendidikan, pemerintahan, hingga sejarah perjuangan bangsa. Perempuan Indonesia mampu menjadi sokoguru pembangunan nasional. “Potensinya sangat besar. Kita sudah melihat eksistensinya pada saat ini,” ujar Wiwied dalam sebuah perbincangan denga Bakarudin dari Channel8.co.id.
Menurut Wiwied, perempuan Indonesia saat ini hadir hampir di seluruh lini kehidupan, mulai dari sektor industri, pertanian, transportasi, pemerintahan, hingga profesi-profesi strategis lainnya.
Ia menggambarkan bagaimana setiap hari perempuan terlihat bekerja di berbagai bidang. Di kawasan industri, misalnya, perempuan berbondong-bondong memasuki pabrik pada pagi hari dan pulang saat sore dengan berbagai moda transportasi, seperti sepeda, sepeda motor, hingga berjalan kaki.

Di desa, perempuan juga memainkan peran penting dalam sektor pertanian. Banyak ibu-ibu yang tetap bekerja di sawah dengan membawa bakul, sabit, dan cangkul di tengah terik matahari.
Tak hanya itu, di perkotaan perempuan juga tampak aktif di berbagai profesi, mulai dari pekerja transportasi publik, pengemudi ojek online, tenaga keamanan, tenaga kesehatan, guru, jurnalis, hingga pejabat publik.
Perempuan Hadir di Berbagai Profesi Strategis
Wiwied menegaskan bahwa kiprah perempuan tidak hanya terlihat dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam jabatan strategis pemerintahan.
Indonesia, kata dia, pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri, dan saat ini perempuan juga menempati posisi penting di legislatif, termasuk Puan Maharani.
Selain itu, perempuan juga banyak berkiprah sebagai ibu rumah tangga, guru, dokter, perawat, anggota TNI-Polri, ustazah, jurnalis, serta penegak hukum.
“Perempuan dari desa sampai kota telah berhasil memainkan peran strategisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Wiwied.
Data Penduduk Perempuan Indonesia
Wiwied juga menyoroti data kependudukan yang menunjukkan besarnya potensi perempuan Indonesia.
Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk perempuan Indonesia pada awal 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 142,33 juta jiwa dari total 287,2 juta penduduk.
Sementara pada Semester I tahun 2025, jumlah perempuan tercatat sebanyak 142.005.022 jiwa, atau sekitar 49,6 persen dari total populasi nasional. Pada tahun 2023, jumlah perempuan tercatat 137,91 juta jiwa.
Data tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa perempuan merupakan kekuatan besar dalam pembangunan manusia Indonesia yang sehat secara jasmani, rohani, dan intelektual.
Belajar dari Sejarah Perjuangan Perempuan
Dalam pandangan Wiwied, peran perempuan Indonesia juga telah tercatat kuat dalam sejarah perjuangan bangsa.
Ia mencontohkan sosok Cut Nyak Dhien yang memimpin perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajah Belanda selama Perang Aceh.
Selain itu, ada pula Cut Nyak Meutia yang dikenal atas perjuangannya melawan kolonialisme di Aceh.
Di Pulau Jawa, perjuangan perempuan juga diwakili oleh Raden Ajeng Kartini, yang memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan perempuan.
Pemikiran Kartini yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang hingga kini masih menjadi inspirasi bagi kemajuan perempuan Indonesia.
Amanah dan Integritas
Wiwied menegaskan, terbukanya ruang bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis harus dibarengi dengan integritas dan tanggung jawab.
Menurutnya, jabatan sekecil apa pun merupakan amanah yang harus dijaga demi kemajuan bangsa.
Namun ia juga mengingatkan bahwa masih ada perempuan yang terjerumus dalam penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran hukum, seperti korupsi dan tindak pidana lainnya.
Karena itu, ia mengajak perempuan Indonesia untuk terus menjaga martabat dan kehormatan diri.
“Mari kita bersama-sama menjaga marwah dan martabat jati diri perempuan Indonesia, sehingga dapat menjadi garda terdepan dan sokoguru dalam pembangunan nasional,” tegas Wiwied. (Bkr)





