BeritaSerbaneka

Buku “Laku Spiritual Pak Harto” Kupas Sisi Kepemimpinan dan Spiritualitas Presiden Kedua RI

×

Buku “Laku Spiritual Pak Harto” Kupas Sisi Kepemimpinan dan Spiritualitas Presiden Kedua RI

Sebarkan artikel ini
Jenderal Besar H.M Soeharto

Channel8.co.id, Jakarta —  Laku Spiritual Pak Harto menjadi perhatian para akademisi, pegiat literasi, hingga pemerhati sejarah nasional.  Buku tersebut mencoba membedah sisi spiritualitas Soeharto yang selama ini dinilai lebih banyak berkembang melalui cerita lisan dan pembicaraan informal di masyarakat.

Dalam wawancara penulis Bambang Wiwoho yang juga seorang wartawan seniorcmengungkapkan bahwa gagasan utama buku itu lahir dari keinginan mendalami apakah sosok Pak Harto memang memiliki laku spiritual yang kuat dalam perjalanan kepemimpinannya. Penelitian dilakukan dengan membaca berbagai referensi, menelaah catatan sejarah, hingga mengamati pola pengambilan keputusan Soeharto selama menjadi pemimpin nasional.

Wartawan Senior dan Penulis Bambang Wiwoho, menjelaskan tentang buku Laku Spiritual Pak Harto yang akan diluncurkan bertepatan dengan kelahiran Presiden Kedua Jenderal Besar TNI  HM Soeharto,  8 Juni 2026 di Jakarta (Foto : Koni Bardianto) 

Menurut penulis,  pendekatan spiritual yang dibahas tidak sekadar berkaitan dengan ritual atau mistik, melainkan bagaimana seorang pemimpin menjalankan prinsip kehati-hatian, ketenangan, serta kemampuan membaca situasi sebelum mengambil keputusan besar negara.

“Bagaimana beliau mengambil keputusan tentang pemerintahan, tentang kepemimpinan, itu menarik untuk dikaji. Dalam budaya Jawa dikenal istilah seperti roso, taksa, dan kepekaan batin seorang pemimpin,” ungkap penulis dalam dialog yang di pandu pewawancara Bakarudin AK tersebut.

Buku itu juga mengulas perjalanan militer Soeharto sejak masa perjuangan, mulai dari operasi di Ambarawa, Serangan Umum 1 Maret, hingga penanganan situasi pasca peristiwa G30S. Pengalaman panjang tersebut dinilai membentuk karakter kepemimpinan Soeharto yang dikenal tenang namun penuh perhitungan.

Penulis menilai, salah satu ciri kepemimpinan Soeharto adalah kebiasaan membaca dan mempelajari laporan secara detail sebelum mengambil keputusan. Dalam diskusi disebutkan, dokumen pertimbangan hukum setebal ratusan halaman bahkan diberi banyak catatan dan coretan tangan oleh Soeharto sebagai bentuk keseriusannya mempelajari setiap persoalan negara.

Wartawan Senior dan Penulis Bambang Wiwoho tengah berdialog dengan pewawancara Bakarudin AK di Channel  Yayayasan Kajian Citra Bangsa  (YKCB) tentang buku Laku Spiritual Pak Harto yang akan diluncurkan bertepatan dengan kelahiran Presiden Kedua Jenderal Besar TNI HM Soeharto,  8 Juni 2026 di Jakarta (Foto : Koni Bardianto)

Penulis menegaskan, tujuan utama penulisan buku bukan sekadar menghadirkan romantisme sejarah, melainkan menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda, akademisi, dan masyarakat luas agar pengalaman kepemimpinan nasional tidak hilang ditelan zaman.

Lihat dialog lengkapnya di YKCB Channel :  https://www.youtube.com/watch?v=YJ6-Hoe92CA&t=28s

“Supaya apa yang kita tahu ini bisa diikuti banyak orang. Pemikiran dan pengalaman itu penting dituangkan dalam bentuk tulisan,” ujarnya.

Buku “Laku Spiritual Pak Harto” diharapkan menjadi salah satu referensi baru dalam memahami dimensi kepemimpinan nasional dari sudut pandang spiritual, budaya, dan sejarah Indonesia. (koni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *