Channel8.co.id, Jakarta — Laut Jawa kembali menjadi saksi perjuangan panjang tim SAR mencari korban KM Virgo Transport 8. Memasuki hari ke-16 operasi, Senin (28/9/2026), sebanyak 68 orang masih dinyatakan hilang.
Basarnas belum menghentikan pencarian. Dua helikopter, kapal SAR, kapal TNI AL dan tim penyelam gabungan kembali dikerahkan untuk menyisir lokasi tenggelamnya kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan seluruh sumber daya SAR terus dioptimalkan untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang,” kata Syafii.
243 Orang Berada di Atas Kapal
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal membawa 243 orang berdasarkan manifes, termasuk penumpang, awak kapal, sopir, kernet dan mitra kerja. Kapal juga mengangkut puluhan kendaraan.
Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Kapal dilaporkan mengalami listing atau kemiringan, kemudian kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo.
Laporan awal menyebut kapal menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus. Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Tidak lama kemudian, operasi pencarian besar-besaran dilakukan. Puluhan armada laut dan udara dikerahkan untuk mencari para penumpang.
Dari 129 Hilang, Kini Tersisa 68
Perkembangan data korban terus berubah sejak hari pertama.
Pada awal operasi, dari 243 orang, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian. Setelah pencarian dan evakuasi selama berhari-hari, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 175 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan 67 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, hingga Senin pagi masih ada 68 orang yang belum ditemukan.
Operasi pencarian juga tidak hanya dilakukan di permukaan laut. Tim penyelam gabungan terus masuk ke bangkai kapal untuk mencari korban yang kemungkinan masih berada di dalam badan kapal.
Pada Kamis (24/9), misalnya, penyelam berhasil mengevakuasi 14 jenazah dari dalam bangkai kapal.
Senin Pagi, Penyelam Kembali Menemukan Korban
Pada hari ke-16, KN SAR Kamajaya bergerak menuju lokasi pencarian sekitar pukul 08.33 WITA.
Sekitar satu jam kemudian, dua tim penyelam gabungan diterjunkan. Salah satu korban berhasil ditemukan di bawah permukaan laut dan kemudian dievakuasi ke KRI Gusti Ngurah Rai.
Basarnas juga mengoperasikan Helikopter HR-3604 untuk membantu mengevakuasi dua korban yang ditemukan di pesisir Kabupaten Sukamara menuju Palangka Raya.
Pesan Basarnas sederhana: setiap korban yang ditemukan harus segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur.
Bukan Hanya Operasi SAR
Perkembangan terbaru juga masuk ke ranah hukum.
Mabes Polri mengambil alih penanganan penyidikan kecelakaan KM Virgo Transport 8 dari Polda Kalimantan Selatan. Penanganan selanjutnya dilakukan Direktorat Polisi Perairan Korps Polisi Perairan dan Udara Baharkam Polri.
Polri menyebut langkah tersebut dilakukan untuk proses lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana dalam kecelakaan kapal.
Sementara itu, pencarian korban tetap menjadi prioritas utama.
Sebuah Pelayaran yang Berubah Menjadi Tragedi
Bagi keluarga korban, 16 hari bukan waktu yang singkat.
Setiap helikopter yang terbang, setiap kapal yang bergerak dan setiap penyelam yang turun ke bangkai kapal membawa satu harapan: menemukan mereka yang belum kembali.
Tragedi KM Virgo Transport 8 bukan hanya tentang sebuah kapal yang tenggelam.
Ini tentang 243 manusia yang berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin, tentang keluarga yang menunggu kepulangan, dan tentang perjuangan tim SAR untuk membawa setiap korban kembali kepada keluarganya.
Hingga kini, pencarian belum selesai.
Channel8.co.id — Cerita di Balik Cerita
(koni- dari berbagai sumber)
Views: 1






