Channel8.co.id, Jakarta — Kalau kamu mengira pameran buku hanya soal datang, pilih buku, lalu pulang, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 menawarkan pengalaman yang jauh lebih luas.
Selama lima hari, 30 September hingga 4 Oktober 2026, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, berubah menjadi ruang besar bagi pecinta buku, penulis, penerbit, ilustrator, komunitas literasi hingga pelaku industri kreatif.
IIBF 2026 merupakan penyelenggaraan ke-46 dan mengusung tema “Read Today, Lead Tomorrow.” Pesannya sederhana: apa yang kita baca hari ini bisa ikut menentukan cara kita berpikir dan mengambil keputusan di masa depan.
Bukan Sekadar Pameran Buku
Ribuan judul buku dari berbagai genre hadir di IIBF. Mulai dari novel, buku anak, pengembangan diri, pendidikan, sejarah, hingga buku akademik.
Pengunjung juga bisa berburu buku dengan berbagai penawaran menarik dari penerbit.
Namun, daya tarik IIBF tidak berhenti di rak-rak buku.
Suasana Indonesia Internasional Book Fair di JHCC yang diikuti penerbit dari 18 agensi luar negeri dan ratusan penerbit dalam negeri (Foto : Koni Bardianto)
Pameran ini juga menjadi tempat bertemunya penulis dengan pembaca, penerbit dengan pelaku industri kreatif, serta komunitas dengan berbagai gagasan baru.
Sejumlah program seperti book talk, diskusi, workshop, meet and greet dengan penulis, Story Market, Lit Connect hingga Indonesia Rights Fair menjadi bagian dari rangkaian IIBF 2026.
Buku Bertemu Film dan Dunia Digital
Salah satu hal menarik dari IIBF 2026 adalah bagaimana buku mulai dilihat bukan hanya sebagai produk cetak.
Melalui Lit Connect, para pelaku industri memInbahas pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), termasuk peluang mengubah karya buku menjadi konten lintas platform.
Ada pula sesi book-to-screen IP pitching, yang mempertemukan gagasan dari dunia buku dengan peluang pengembangan ke layar.
Artinya, sebuah cerita yang awalnya hanya berada di halaman buku bisa saja berkembang menjadi film, serial, konten digital atau bentuk kreatif lainnya.
Buat generasi muda, inilah salah satu sisi menarik IIBF: buku tidak harus berakhir di halaman terakhir.
Sebuah cerita bisa terus hidup dan menemukan audiens baru melalui berbagai platform.
Indonesia Buka Pintu ke Dunia
IIBF juga menjadi ruang bagi industri buku Indonesia untuk terhubung dengan pasar internasional.
Dalam rangkaian Indonesia Rights Fair, sekitar 125 peserta yang mewakili 93 penerbit dan agensi dari 18 negara ikut terlibat.
Forum ini membuka peluang transaksi hak cipta, penerjemahan, kerja sama penerbitan dan pengembangan karya Indonesia ke pasar global.
Ini penting karena karya penulis Indonesia tidak hanya punya peluang dibaca masyarakat dalam negeri.
Cerita dari Indonesia juga bisa diterjemahkan dan diperkenalkan kepada pembaca di negara lain.
Ada Ruang Khusus untuk Anak
IIBF 2026 juga menghadirkan Children’s Book Fest, yang ditempatkan di Lower Level JICC.
Program ini tidak hanya menghadirkan buku anak, tetapi juga mempertemukan penulis, ilustrator dan para ahli pendidikan anak.

Ada pula program Wisata Literasi yang melibatkan pelajar dari kawasan Jakarta Raya.
Pesannya jelas: budaya membaca perlu dibangun sejak dini.
Menteri Kebudayaan: Buku Masih Relevan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang membuka IIBF 2026 pada 30 September, menegaskan bahwa buku tetap memiliki tempat penting meskipun masyarakat hidup di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Fadli, buku bukan sekadar benda untuk dibaca, tetapi bagian dari kebudayaan sekaligus sarana pengetahuan.
IIBF juga dipandang sebagai bagian dari diplomasi budaya karena mempertemukan Indonesia dengan mitra dari berbagai negara.
Gen Z, Masih Suka Buku?
Pertanyaan ini mungkin relevan di tengah kebiasaan membaca yang semakin banyak berpindah ke layar smartphone.
Namun, suasana IIBF menunjukkan bahwa buku belum kehilangan tempat.
Justru, buku kini bertemu dengan dunia yang lebih luas: media sosial, film, ilustrasi, komunitas, teknologi dan industri kreatif.
Bagi Gen Z, membaca tidak harus selalu berarti duduk berjam-jam dengan buku tebal.
Bisa dimulai dari novel favorit, buku sejarah, komik, biografi, buku pengembangan diri atau bahkan satu tulisan pendek yang membuat kita melihat dunia dari sudut pandang berbeda.
Karena pada akhirnya, yang penting bukan seberapa banyak buku yang kita punya, tetapi seberapa banyak gagasan yang kita bawa setelah membacanya.
Dan IIBF 2026 seperti ingin mengingatkan satu hal:
Read today. Lead tomorrow.
Baca hari ini, berpikir lebih luas, dan siapkan diri untuk memimpin masa depan.
Channel8.co.id — News that feels human.
(koni)
Views: 2






