Berita

PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

×

PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar Instagram globalpeaceconvoy terkait 4 jurnalis dan 1 aktivis Indonesia yang diculik Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Channel8.co.id, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan sejumlah kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, termasuk kapal yang membawa jurnalis dan relawan asal Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir menegaskan keselamatan wartawan harus dihormati dan dilindungi dalam kondisi apa pun, terlebih ketika menjalankan tugas jurnalistik di wilayah konflik kemanusiaan.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” kata Akhmad Munir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pencegatan terhadap rombongan sipil dan misi kemanusiaan di perairan internasional tidak dapat dibenarkan karena berpotensi melanggar prinsip-prinsip perlindungan sipil dan kebebasan pers internasional.

Tangkapan Layar Youtube milik Global Sumud Flotilla yang menyiarkan penyergapan kapal misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga Palestina (youtube Global Sumud Flotilla)

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan dicegat aparat Israel di kawasan Mediterania Timur, dekat perairan Siprus. Beberapa kapal yang disebutkan antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Pemerintah Indonesia juga mengonfirmasi terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut. Dari informasi yang dihimpun melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sedikitnya sembilan WNI berada dalam rombongan Global Sumud Flotilla.

Lima di antaranya dilaporkan berada di kapal yang dicegat Israel, yakni Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang berada di kapal Josef, kemudian Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho yang berada di kapal Ozgurluk, serta jurnalis Republika Bambang Noroyono atau Abeng yang berada di kapal BoraLize.

Nama Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo serta Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika juga disebut dalam laporan sejumlah media nasional sebagai jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi peliputan kemanusiaan menuju Gaza.

Hingga Selasa siang, kondisi beberapa awak kapal disebut masih belum dapat dipastikan karena komunikasi dengan sejumlah kapal terputus setelah intersepsi dilakukan aparat Israel.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut mengecam tindakan penahanan terhadap jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ujar Meutya Hafid.

Pemerintah melalui Kemlu RI disebut terus melakukan koordinasi intensif dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk memastikan perlindungan serta langkah evakuasi apabila diperlukan. Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak sipil yang ditahan serta menjamin distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza tetap berjalan sesuai hukum humaniter internasional.

Misi Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan internasional yang melibatkan relawan kemanusiaan, aktivis, tenaga medis, hingga jurnalis dari berbagai negara untuk menyalurkan bantuan dan membuka akses kemanusiaan ke Gaza yang hingga kini masih berada dalam situasi krisis akibat konflik berkepanjangan.

PWI berharap seluruh jurnalis dan relawan Indonesia dalam rombongan tersebut dapat segera diketahui kondisinya dan kembali dengan selamat. (Koni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *