Berita

Puncak Haji 2026: Jutaan Jemaah Menangis di Arafah, Menghidupkan Kembali Pesan Terakhir Rasulullah Saw

×

Puncak Haji 2026: Jutaan Jemaah Menangis di Arafah, Menghidupkan Kembali Pesan Terakhir Rasulullah Saw

Sebarkan artikel ini
Suasana Jamaah Wukuf di Arafah, Makkah Saudi Arabia .

Channel8.co.id, Arafah — Lautan manusia berpakaian ihram putih memenuhi Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Lebih dari 1,6 juta jemaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam suasana haru dan khusyuk untuk menjalankan wukuf, puncak ibadah haji yang menjadi inti perjalanan spiritual umat Islam.

Sejak fajar 9 Zulhijjah 1447 Hijriah, arus jemaah mulai bergerak dari Mina menuju Arafah dengan lantunan talbiyah menggema di seluruh kawasan suci. Di bawah suhu ekstrem yang menembus lebih dari 45 derajat Celsius, jutaan umat Islam tetap bertahan dalam doa, zikir, tilawah Al-Qur’an, dan munajat hingga matahari terbenam.

Wukuf di Arafah bukan sekadar ritual, melainkan momen paling menentukan dalam ibadah haji. Rasulullah Saw bersabda:

“Al-hajju ‘Arafah”
“Haji adalah Arafah.”

Sabda tersebut menegaskan bahwa wukuf merupakan jantung ibadah haji, tempat manusia menanggalkan status duniawi dan berdiri sama di hadapan Allah Swt.

Mengenang Khutbah Terakhir Rasulullah Saw

Hari Arafah juga menyimpan jejak sejarah agung umat Islam. Di tempat yang sama sekitar 14 abad lalu, Rasulullah Muhammad Saw menyampaikan Khutbah Wada’ atau khutbah perpisahan saat Haji Wada’ pada tahun 10 Hijriah.

Kala itu, lebih dari 100 ribu kaum muslimin berkumpul mendengarkan pesan terakhir Nabi yang hingga kini menjadi fondasi nilai kemanusiaan universal dalam Islam.

Dalam khutbah tersebut, Rasulullah Saw menegaskan pentingnya menjaga kehormatan manusia, persaudaraan, keadilan, dan persamaan derajat tanpa membedakan suku maupun bangsa.

“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu dan nenek moyangmu satu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab kecuali karena takwa.”

Pesan itu terasa begitu hidup di Arafah hari ini. Jutaan jemaah dari berbagai warna kulit, bahasa, dan negara berkumpul dalam pakaian yang sama, tanpa simbol kekuasaan dan kemewahan dunia.

Rasulullah Saw juga mengingatkan umat Islam agar tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah:

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”

Khutbah Arafah 2026 Serukan Persatuan dan Ketakwaan

Khutbah Arafah tahun ini kembali menekankan pentingnya tauhid, persaudaraan umat Islam, ketakwaan, serta menjaga kemuliaan manusia. Dalam khutbah yang disampaikan di Masjid Namirah, jemaah juga diingatkan agar menjaga ketertiban, menghindari perpecahan, dan fokus pada penyucian diri selama ibadah haji berlangsung.

Seusai khutbah, jutaan jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak qasar mengikuti sunnah Rasulullah Saw sebelum kembali larut dalam doa-doa panjang di Padang Arafah.

Operasi Besar Arab Saudi Kawal Puncak Haji

Pemerintah Arab Saudi mengerahkan operasi pelayanan dan pengamanan besar-besaran demi memastikan kelancaran puncak haji 2026. Ribuan petugas keamanan, tenaga kesehatan, ambulans, pusat tanggap darurat, hingga teknologi pemantauan digital disiagakan di seluruh kawasan suci.

Saudi Press Agency melaporkan pergerakan jemaah dari Mina menuju Arafah berlangsung lancar melalui sistem transportasi terpadu dan pengawasan ketat pengendalian kerumunan.

Otoritas kesehatan Arab Saudi juga terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas ekstrem dengan memperbanyak konsumsi air, menggunakan payung, dan menghindari paparan matahari langsung terlalu lama.

Dari Arafah ke Muzdalifah

Setelah matahari terbenam, jutaan jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit dan salat Magrib-Isya secara jamak qasar sebelum melanjutkan rangkaian lempar jumrah di Mina pada hari berikutnya.

Bagi umat Islam, Arafah bukan hanya tentang perjalanan fisik menuju tanah suci, melainkan perjalanan batin menuju penghambaan sejati. Di tempat inilah manusia diingatkan bahwa seluruh kemuliaan hanyalah milik Allah Swt, sementara manusia pada hakikatnya setara di hadapan-Nya.

Momentum wukuf 2026 kembali menghadirkan pesan universal Islam tentang persaudaraan, keadilan, dan kemanusiaan — pesan agung yang pernah disampaikan Rasulullah Saw di Padang Arafah lebih dari 14 abad silam. (dari berbagai sumber – redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *