BeritaBisnis

Mangkubuwono Reserve, Optimalisasi Lahan YHK Jadi Hunian Eksklusif di Cipayung

×

Mangkubuwono Reserve, Optimalisasi Lahan YHK Jadi Hunian Eksklusif di Cipayung

Sebarkan artikel ini

Channel8.co.id, JAKARTA Pemanfaatan aset lahan Yayasan Harapan Kita (YHK) di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, mulai memasuki tahap pengembangan. Lahan seluas 6,8 hektare tersebut kini dikembangkan menjadi kawasan hunian Mangkubuwono Reserve.

Soft launching proyek ditandai dengan peresmian rumah contoh pada Sabtu (22/8/2026). Ketua Umum YHK, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, hadir meninjau langsung kawasan tersebut.

“Alhamdulillah bagus, sesuai. Kecil tetapi manis, cocok untuk masyarakat Indonesia,” ujar Tutut saat melihat rumah contoh.

Proyek ini dikembangkan PT Kelola Aset Nusantara bersama PT Okabawe Mulya Propertindo melalui skema kemitraan strategis dengan YHK. Menurut Sekretaris YHK Tria Sasangka Putra, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan aset yayasan yang selama ini masih berupa lahan kosong.

YHK, kata Tria, mengelola lahan sekitar 30-an hektare di kawasan tersebut. Pemanfaatan aset dinilai penting karena lahan yang tidak produktif tetap menimbulkan kewajiban biaya, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Penjagaan saja tidak cukup. Kita perlu optimalisasikan sehingga bisa mendatangkan kemanfaatan yang besar bagi institusi Yayasan Harapan Kita,” kata Tria.

Hunian Terbatas, Fasilitas Lengkap

CEO PT Kelola Aset Nusantara HS Sastro mengatakan, lahan 6,8 hektare yang menjadi lokasi proyek telah dialihkan dalam skema kerja sama dan dikembangkan dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Proses sejumlah perizinan, termasuk PBG, masih diselesaikan.

Mangkubuwono Reserve dirancang dengan sekitar 216 unit rumah, yang pembangunannya dilakukan bertahap. Tahap pertama menargetkan sekitar 50 unit, dengan penyelesaian kawasan secara keseluruhan diperkirakan tiga hingga empat tahun.

“USP di area ini sebenarnya kita tidak memperbanyak unit, tetapi kenyamanan dan keindahan,” ujar Sastro.

Tipe rumah dimulai dari ukuran 8 x 13,5 meter hingga 12 x 25 meter. Harga awal berada di kisaran Rp3,5 miliar, sedangkan unit terbesar yang berada di tepi danau ditawarkan sekitar Rp17 miliar.

Namun, pengembang menilai daya tarik kawasan bukan semata pada ukuran rumah atau harga. Akses menjadi salah satu keunggulan karena kawasan dapat dijangkau melalui sejumlah pintu tol di sekitar Jakarta Timur.

Pengembang juga menyiapkan fasilitas berupa Masjid Joglo Mangkubuwono Silaturahim, clubhouse, area komersial, ruang terbuka hijau, serta jaringan listrik dan internet bawah tanah.

Menariknya, pembangunan kawasan justru diawali dengan masjid. Sastro menyebut pembangunan masjid telah mencapai sekitar 98 persen saat soft launching.

Konsep tersebut sejalan dengan filosofi memayu hayuning buwono, yakni menjaga keindahan, lingkungan, keselamatan dan keharmonisan kehidupan.

Masjid Lebih Dulu Dibangun

Tria mengatakan konsep tersebut menjadi pembeda Mangkubuwono Reserve dibandingkan kawasan hunian lainnya.

“Ini gaya perumahan zaman sekarang, modern, tapi tetap menjunjung tinggi ramah lingkungan,” ujarnya.

Kawasan juga menerapkan konsep pengelolaan limbah zero waste melalui prinsip reduce, reuse, recycle. Dengan konsep itu, pengembang berupaya mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Selain rumah, fasilitas kawasan seperti clubhouse dan galeri juga mulai dibangun bersamaan dengan infrastruktur lingkungan.

Target 50 Unit Terjual

Dari sisi bisnis, Sastro menyebut proyek 6,8 hektare ini memiliki proyeksi marketing sales sekitar Rp1,2 triliun. Nilai investasi diperkirakan sekitar 60-70 persen dari proyeksi tersebut.

Pendanaan berasal dari kombinasi ekuitas perusahaan dan pembiayaan perbankan. Sejumlah bank yang telah bekerja sama antara lain Bank Mandiri, BCA, BNI dan BSI.

Pengembang menargetkan sekitar 50 unit tahap pertama dapat terjual dalam beberapa bulan. Minat pasar, menurut Sastro, sudah terlihat bahkan sebelum kawasan resmi diperkenalkan.

Profil calon konsumen disebut cukup beragam, mulai dari kalangan profesional, swasta hingga pejabat dan anggota TNI-Polri yang berada di sekitar Jakarta Timur.

Bagi pengembang, Mangkubuwono Reserve sekaligus menjadi proyek awal dalam pemanfaatan aset YHK yang lebih luas. Dari sekitar 30-an hektare lahan YHK di kawasan tersebut, pengembangan akan dilakukan secara bertahap.

Dengan demikian, Mangkubuwono Reserve tidak hanya menawarkan kawasan hunian baru di Jakarta Timur. Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana aset lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dikembangkan menjadi kawasan bernilai ekonomi, sekaligus tetap membawa konsep lingkungan, fasilitas sosial dan pendekatan religius dalam desain kawasan. (koni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *