Berita

Hanurata Graha dan Masjid An-Nur Diresmikan, Renovasi Telan Rp24 Miliar

×

Hanurata Graha dan Masjid An-Nur Diresmikan, Renovasi Telan Rp24 Miliar

Sebarkan artikel ini

Direktur Utama PT Hanurata Tanri Bali Lamo mengatakan, renovasi Hanurata Graha dilakukan untuk memenuhi ketentuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), sekaligus mempertahankan fungsi gedung sebagai perkantoran.

Direktur Utama PT Hanurata, Tanri Bali Lamo, menyampaikan sambutan saat peresmian renovasi Hanurata Graha dan Masjid An-Nur Hanurata dalam rangkaian peringatan HUT ke-58 Yayasan Harapan Kita di Jakarta, Minggu (23/8/2026)  (Foto : Koni Bardianto)

Menurut Tanri, sebelumnya sempat muncul rencana mengubah gedung tersebut menjadi hotel. Namun, setelah dilakukan kajian dan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, Hanurata akhirnya diputuskan tetap digunakan sebagai gedung perkantoran.

“Posisi Hanurata tidak berubah. Jadi sejak pendiriannya Pak Harto mendirikan bangunan seperti ini, kemudian berfungsi sebagai office. Sampai dengan hari ini maka saya pikir keinginan Pak Harto dapat kita pertahankan,” ujar Tanri.

Renovasi tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp24,024 miliar dan dikerjakan selama kurang lebih sembilan bulan.

Selain gedung, PT Hanurata juga melakukan renovasi terhadap masjid lama yang berada di lingkungan perusahaan. Masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid An-Nur Hanurata.

Tutut Soeharto berdoa bersama usai meresmikan Masjid An Nur Hanurata di lantai 8 gedung Hanurata Graha , Minggu (23/08/26). (Foto : Koni Bardianto)

Ketua Umum Yayasan Harapan Kita Siti Hardiyanti Rukmana mengatakan, nama An-Nur memiliki makna cahaya atau petunjuk. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi ruang membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi.

“Masjid memiliki fungsi yang sangat penting bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah tetapi juga sebagai tempat membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, menumbuhkan nilai-nilai kebaikan serta menjadi sarana pembelajaran dalam peningkatan spiritual,” ujar Tutut Soeharto.

Hanurata sebagai penopang Yayasan

Dalam kesempatan tersebut, Tutut Soeharto  juga mengingatkan pentingnya peran PT Hanurata sebagai salah satu sumber pendanaan bagi Yayasan Harapan Kita.

Ia berharap Hanurata terus tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, profesional dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung keberlangsungan pengabdian yayasan.

“Jadi saya harap bahwa PT Hanurata dapat terus tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diserahkan sertifikat kepada perwakilan calon penghuni perumahan yang dikembangkan anak perusahaan PT Hanurata, Hanurata Propertindo.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan renovasi Hanurata Graha dan Masjid An-Nur Hanurata di lantai 8 gedung Hanurata, serta pemotongan untaian melati.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus Yayasan Harapan Kita, komisaris, penasihat, jajaran direksi dan karyawan PT Hanurata serta keluarga besar Yayasan Harapan Kita. (koni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *