Channel8.co.id, JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, sebuah masjid dengan arsitektur khas Jawa hadir sebagai ruang ibadah sekaligus tempat mempererat silaturahmi masyarakat.
Masjid Joglo Silaturahim At-Taqwa resmi di kawasan Timur Jakarta, dibuka untuk masyarakat. Peresmian dilakukan Ketua Umum Yayasan Harapan Kita, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, Sabtu (22/8/2026).

Acara tersebut dihadiri jajaran Yayasan Harapan Kita, PT Kelola Aset Nusantara Absolute Group, PT Hanurata, perwakilan Kementerian Sekretariat Negara, tokoh masyarakat, para ustaz, keluarga ahli waris, serta masyarakat sekitar.
Masjid ini memiliki ciri khas arsitektur joglo yang kental dengan budaya Jawa. Bangunannya didominasi kayu, dilengkapi teras keliling dan dikelilingi pepohonan sehingga menghadirkan suasana sejuk dan tenang.

Bukan Sekadar Tempat Salat
Tutut Soeharto dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Yayasan Harapan Kita, Prof. Dr. Tria Sasangka Putra, disampaikan bahwa selesainya pembangunan masjid bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memakmurkannya.
“Pembangunan masjid ini bukan akhir dari sebuah pekerjaan, tetapi awal dari tanggung jawab kita untuk merawat dan memakmurkannya melalui ibadah, pengajian, pendidikan, dan kegiatan sosial,” ujarnya.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari konsep Masjid Joglo Silaturahim At-Taqwa. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Filosofi Joglo dan Silaturahmi
Pemilihan konsep joglo memiliki makna tersendiri. Dalam budaya Jawa, joglo dikenal sebagai ruang untuk berkumpul, menerima tamu, bermusyawarah, dan membangun kebersamaan.
Filosofi tersebut diterapkan dalam desain masjid melalui ruang yang terbuka dan teras yang luas. Area tersebut dapat menjadi tempat jamaah berbincang, bersilaturahmi, mengikuti kajian, hingga berbagai kegiatan sosial.

Dengan demikian, arsitektur Jawa yang melekat pada bangunan tidak hanya menjadi unsur keindahan, tetapi juga membawa pesan tentang kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong.
Mampu Menampung Hingga 1.000 Jamaah
Masjid Joglo Silaturahim At-Taqwa dibangun di atas lahan sekitar 650–800 meter persegi dengan luas bangunan lebih dari 700 meter persegi. Bangunan terdiri atas ruang salat utama, area lantai bawah, selasar, dan kanopi. Secara keseluruhan, masjid diperkirakan mampu menampung sekitar 800 hingga 1.000 jamaah.
Pembangunannya melibatkan Yayasan Harapan Kita bersama PT Kelola Aset Nusantara Absolute Group, PT Hanurata, mitra kerja, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak lainnya. Pembangunan masjid tersebut diharapkan menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
Harapannya, Menjadi Masjid yang Selalu Hidup
Ke depan, Masjid Joglo Silaturahim At-Taqwa diharapkan menjadi masjid yang aktif dengan berbagai kegiatan, mulai dari salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, dakwah hingga kegiatan sosial.
Lebih dari sekadar bangunan dengan arsitektur Jawa, masjid ini diharapkan menjadi rumah bersama bagi masyarakat.
Tempat untuk beribadah, belajar, bertemu dan saling peduli. Di situlah makna Joglo Silaturahim menemukan maknanya: menghubungkan manusia dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama. (koni)






