Terkini

Melon Aman, Bright Gas Naik: Ada Apa di Dapur Indonesia?

×

Melon Aman, Bright Gas Naik: Ada Apa di Dapur Indonesia?

Sebarkan artikel ini

Channel8.co.id, Jakarta — Akhir pekan ini, kalau kamu ke pangkalan gas, ada dua kabar yang datang barengan. Kabar baiknya: tabung melon hijau alias LPG 3 kg harganya tetap Rp19.000. Kabar kurang baiknya: buat pengguna Bright Gas, siap-siap merogoh kocek lebih dalam.

Sejak 5 Oktober 2026, harga Bright Gas 5,5 kg naik dari Rp102.000 menjadi Rp107.000 di Jawa, Bali, dan NTB. Bright Gas 12 kg naik lebih terasa: dari Rp218.000 menjadi Rp230.000. Kenaikannya Rp5.000 sampai Rp12.000 per tabung.

Kenapa bisa naik? Pemicunya datang dari jauh: Arab Saudi. Harga acuan gas dunia (Saudi Aramco Contract Price) untuk Oktober 2026 melonjak tajam. Propana tembus US$680 per metrik ton, naik 8,8 persen. Butana US$730 per metrik ton, naik 10,6 persen. Karena Bright Gas tidak disubsidi, harga jualnya mengikuti harga pasar dunia.

Lalu kenapa gas melon tidak ikut naik? Karena selisihnya ditanggung negara. Harga keekonomian LPG 3 kg sebenarnya mencapai Rp42.750 per tabung. Artinya, setiap tabung melon yang kamu beli Rp19.000, ada sekitar Rp23.750 yang dibayar APBN lewat subsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah memastikan harga LPG 3 kg tidak naik hingga akhir 2026.

Buat masyarakat, pelajarannya satu: beli gas melon di pangkalan resmi agar dapat harga Rp19.000. Kalau ada yang jual jauh di atas itu, patut dicurigai.  (koni)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *