Channel8.co.id, Jakarta — Ada kabar lumayan segar dari ekonomi Indonesia pekan ini. Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dari 4,7 persen menjadi 5,2 persen. Revisi itu diumumkan dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update yang rilis Selasa, 6 Oktober 2026.
Kenapa Bank Dunia jadi lebih optimistis? Ada beberapa pendorong: belanja pemerintah yang ngebut di awal tahun, momen Ramadan dan Lebaran yang datang lebih awal, pencairan THR dan gaji ke-13, plus program Makan Bergizi Gratis yang mulai jalan.
Efeknya langsung terasa ke rupiah.Sehari setelah laporan itu keluar, rupiah menguat ke Rp17.889 per dolar AS pada 7 Oktober. Sebelumnya, pada 1 Oktober, rupiah sempat melemah ke Rp17.940.
Tapi jangan keburu euforia. Bank Dunia juga menyelipkan catatan waspada: PMI manufaktur Agustus turun ke 49,3 yang artinya sektor industri sedang kontraksi, dan keyakinan konsumen Juli melorot ke 116,8. Inflasi September pun naik tipis ke 3,28 persen dari 3,19 persen di Agustus, didorong harga kelompok makanan dan minuman.
Terjemahan buat kehidupan sehari-hari: ekonomi 2026 diprediksi tumbuh lebih kencang, rupiah relatif stabil di kisaran Rp17.900-an, tapi harga kebutuhan pokok — terutama makanan — masih berpotensi merangkak naik. Buat yang lagi atur bujet bulanan atau cicilan, kabar ini artinya: tetap waspada, jangan longgar.(koni)
Views: 1






