Channel8.co.id – Jakarta. – Kemarin (Senin 19/10), IHSG ditutup di 4.996,61 — jebol di bawah level psikologis 5.000. Selasa pagi (20/10), indeks bahkan sempat dibuka melemah di 4.980,16. Kelihatannya bakal jadi hari berdarah ketiga.
Ternyata tidak. IHSG berbalik arah, menembus kembali 5.000, terus menanjak sepanjang sesi kedua, dan ditutup di 5.278,89 — naik 282,28 poin atau 5,65 persen. Itu sekaligus level tertinggi hari itu.
Sederhananya, begini: pasar yang kemarin panik, hari ini belanja. Istilah pasarnya bargain hunting — berburu saham murah. Setelah dua sesi kejatuhan (Jumat 16/10 anjlok 11,57 persen, Senin 19/10 turun 3,64 persen — total hampir 15 persen lenyap), banyak saham dinilai sudah terlalu murah untuk dilewatkan. Investor institusi maupun ritel masuk mengoleksi saham-saham berfundamental kuat.
Motor pemulihannya jelas: saham bank-bank besar. BBCA — Bank Central Asia — melesat 7,88 persen ke Rp5.200. Perhatikan: kemarin saham ini ditutup Rp4.820, mentok batas auto rejection bawah 7 persen. Sehari kemudian berbalik hampir 8 persen. BBRI naik 9,84 persen ke Rp2.790, Bank Mandiri (BMRI) melonjak 9,82 persen ke Rp3.690. Di luar bank, Telkom ikut menyumbang kenaikan.
Nah, di sini bagian yang sering bikin bingung: apa itu “poin” dan “persen”? Poin itu selisih angka indeks (282,28 poin), persen itu proporsinya terhadap posisi awal (5,65 persen). Keduanya menggambarkan hal yang sama — besarnya pergerakan hari ini.
Seberapa luas pemulihannya? Luas. Sebanyak 694 saham menguat, hanya 111 yang melemah dan 158 stagnan. Seluruh sektor berakhir di zona hijau, dipimpin sektor transportasi dan logistik. Sepuluh saham bahkan melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) — batas kenaikan maksimum harian — antara lain ATLA (+33,33 persen), BBSS (+25,45 persen), dan PNSE (+25 persen). Indeks LQ45 yang berisi 45 saham besar juga menguat 8,58 persen ke 530,35. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai sekitar Rp26,47 triliun.
Apa yang bikin pasar berani kembali? Kombinasinya: aksi beli murah, meredanya kepanikan setelah respons BEI terhadap ancaman MSCI — bursa menyiapkan pengeluaran saham-saham berkonsentrasi tinggi dari perhitungan indeks — serta kabar pembelian kembali saham (buyback) oleh sejumlah emiten. Kemarin kita membahas buyback BCA; hari ini BBCA ikut terbang.
Tapi — dan ini penting — rebound sehari bukan berarti luka sudah sembuh. IHSG masih jauh di bawah posisi sebelum Jumat berdarah. Dan ujian berikutnya sudah menunggu di depan mata: Rabu besok (21/10), Bank Indonesia mengumumkan keputusan suku bunga acuannya. Pasar akan membaca sinyal itu sebagai penentu arah berikutnya. Kami bedah tuntas di rubrik Explain.
Satu catatan untuk yang memantau rupiah: pagi ini rupiah juga menunjukkan tanda-tanda rebound terhadap dolar AS. Detailnya menyusul di Explain. (Redaksi C8)
Views: 0






