Channel8.co.id, Jakarta – MENYEDIHKAN. TIM INDONESIA angkat koper lebih cepat pada gelaran Thomas Cup 2026. Menjalani partai terakhir melawan Prancis, Indonesia ditelikung habis-habisan dengan skor 1-4 untuk kemenangan Prancis. Hasil ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah keikutsertaan Indonesia pada Thomas Cup yang sudah digelar sebanyak 34 kali. Tercatat Indonesia pernah menjadi juara sebanyak 13 kali.
Indonesia tergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis dan Aljazair. Ada pun klasemen akhir di group ini menempatkan Thailand peringkat pertama, Prancis kedua, Indonesia di peringkat ke-3, dan Aljazair peringkat keempat. Walaupun Thailand, Prancis dan Indonesia memiliki poin sama, namun jumlah kemenangan Indonesia lebih kecil dibandingkan kedua negara tersebut. Itulah kenyataan yang harus diterima Tim Thomas Indonesia kali ini.
Jonatan Christie jadi wakil Indonesia pertama yang bertanding. Jojo harus mengakui keunggulan Christo Popov dengan skor straight 19-21, 14-21. Alwi Farhan juga gagal menyumbang poin untuk Indonesia di parta kedua. Alwi menyerah 2 set langsung dari Alex Lainer 16-21, 19-21.
Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Toma Junior Popov di match ketiga. Ginting sempat membuka asa dengan unggul di set pertama 22-20, tapi Popov berbalik comeback 21-15 dan 22-20.
Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani bersua Eloi Adam/Leo Rossi. Sabar/Reza harus mengakui keunggulan lawan dengan skor identik 19-21, 19-21.
Kekalahan Sabar/Reza memastikan Indonesia finis di peringkat ketiga Grup D di bawah Thailand dan Prancis. Kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atas Christo Popov/Toma Junior Popov di partai kelima tidak mempengaruhi nasib Indonesia.
TIM UBER CUP PERINGKAT PERTAMA
Tim Uber Cup sebaliknyaa menempati peringkat 1 disusul Cina Taipe, kemudian Kanada dan terakhir Australia. Artinya, Tim Uber Indonesia menjadi juara group, bersama Cina Taipe masuk ke fase selanjutanya. Pada pertandingan terakhir Indonesia berhasil menaklukan Cina Taipe 3:2. Ester Tri Nurumi Wardoyo menjadi penentu kemenangan setelah menumbangkan Huang Yu Hsun. Rekor pertemuan kedua pemain adalah 2-2 sebelum laga ini.
Di laga perdana, Kapten Tim Putri Kusuma Wardani berusaha membuat awal yang baik untuk Indonesia. Putri KW tampil menekan Chiu Pin Chian sejak awal. Putri KW sempat terluka di bagian lutut pada kedudukan 4-3 dan sempat mendapat penanganan medis terlebih dulu.
Setelah permainan dilanjutkan, Putri KW bisa mengendalikan laga dengan baik. Putri KW mengakhiri intrerval dengan skor 11-7. Selanjutnya. , Putri KW bisa menguasai keadaan. Ia kembali mendominasi permainan dan menang 21-17 di set pertama. Pertarungan ketat masih terjadi pada set kedua. Namun sekali lagi Putri KW berhasil menang dengan skor 21-17.
Giliran sektor ganda yang menurunkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva gagal menyumbang poin ketika berhadapan dengan Hsieh Pei Shan/Hung En Tzu. Tiwi/Fadia sempat mendapat game point di angka 20-18 namun justru kalah 21-23. Setelah itu, penampilan Hsieh/Hung makin apik di set kedua. Mereka tampil dominan dan mengalahkan Tiwi/Fadia dengan skor 21-13. Hasil ini membuat kedudukan jadi imbang 1-1.
Di laga ketiga Indonesia menurunkan Ni Kadek Dhinda menghadapi Lin Hsiang Ti. Dari segi peringkat BWF, Dhinda tertinggal jauh dari Lin Hsiang Ti. Partai ini berlangsung sangat ketat. Walaupun kalah diset pertama dengan skor telak 10-21, pada set kedua Dinda melakukan perlawanan maksimal. Skor set kedua, boleh jadi terbesar dalam Piala Uber kali ini. Pada set pertama, Dhinda tidak bisa mengimbangi Lin Hsiang Ti. Dhinda kalah telak 10-21.
Memasuki set kedua, perlawanan dari Dhinda mulai terlihat lebih jelas. Dhinda bisa lebih menyulitkan Lin Hsiang Ti dan hanya tertinggal 8-11 di interval. Setelah interval, Dhinda mulai bisa balik menekan. Dhinda merebut delapan poin beruntun untuk berbalik memimpin 16-12. Lin Hsing Ti berbalik mencatat tujuh poin beruntun dan kembali memimpin di angka 19-16. Lin Hsiang Ti meraih match point di angka 20-18 tetapi hal tersebut bisa digagalkan Dhinda. Pertarungan makin sengit dan menarik karena kedua pemain mendapatkan game point dan match point bergantian. Skor imbang hingga angka 29-29. Pada perebutan poin terakhir, pukulan Dhinda out setelah umpire melakukan review. Lin Hsiang Ti membawa Taiwan unggul 2-1.
Tertinggal 1-2, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum turun di partai keempat. Mereka berhadapan dengan Hsu Yun Hui/Lin Jhin Yun. Diset pertama, Rachel/Febi bermain dalam tekanan. Mereka kalah dengan relatif mudah, 11-21.Masuk ke set kedua, permainan berubah. Rachel/Febi bisa tampil lebih solid. Mereka mampu unggul 11-9 di saat interval. Selepas interval, Rachel/Febi terus menghentak. Mereka sempat unggul 19-10 tetapi baru mendapat match point di angka 20-17.
Tiga kesempatan game point itu pun lenyap. Dalam kondisi tertekan, Rachel/Febi bisa merebut dua angka beruntun dan menang 22-20 di set kedua. Pada set penentuan, pertarungan Rachel/Febi vs Hsu/Lin makin sengit. Rachel/Febi bisa memimpin 11-8 di saat interval. Selepas interval, pertarungan makin sengit. Hsu/Li berusaha mendekat ke Rachel/Febi sekuat tenaga. Namun Rachel/Febi bisa mempertahankan keunggulan dengan baik. Mereka meraih match point di angka 20-16. Rachel/Febi langsung memenangkan laga di kesempatan pertama setelah pengembalian lawan gagal menyeberangi net. Kedudukan pun kembali imbang 2-2.
Bagaimana pertarungan Ester Nurumu? Mendapat tekanan kuat dari Huang, Estere kalah dengan skor 15-21. Pada set kedua, Ester masih sering tertinggal di awal game Momen kebangkitan Ester terjadi pada saat merebut delapan poin beruntun dan berbalik unggul 15-9. Meski sempat menjauh, Ester kemudian banyak kehilangan angka. Huang mendekat di kedudukan 17-19. Akhirnya Ester menutup set kedua dengan skor 21-19. Dipastikan set ketiga akan berlangsung seru. Inilah partai yang menentukan posisi juara dan runer up di Grup C.
Ester vs Huang makin sengit. Ester terus berusaha menekan dan bisa memimpin 11-8 di saat interval.
Ester bisa menciptakan selisih empat angka pada kedudukan 15-11 usai smash keras miliknya tak bisa dikembalikan lawan. Selisih melebar jadi lima angka pada skor 17-12 setelah pukulan Huang membentur net. Ester makin impresif lewat variasi serangan yang tajam. Smash keras tajam dan netting tipis membuat skor berubah jadi 19-12. Ester mendapat match point di angka 20-12 dan mengunci kemenangan dengan skor telak 21:12. Indonesia mengakhiri laga lawan Taiwan dengan kemenangan 3-2 dan menjadi juara Grup C.
Keberhasilan Tim Uber Cup menjadi harapan besar, walaupun tim-tim kuat Korea Selatan, RRT, dan Jepang tentu saja tidak mudah dikalahkan. Mentalitas pemain putri memang membanggakan. Hanya saja sebagai ujuang tombak Putri KW harus mampu tampil konsisten. Beban berat memang diletakkan di pundaknya, semoga justru menjadi pemicu untuk tampil lebih maksimal. Sedangkan kegagalan Tim Thomas Cup hendaknya menjadi evaluasi menyeluruh. Pengurus PBSI harus berani mengambil keputusan strategis dan berani, tidak lagi memakai pemain yang tampil tidak konsisten. Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting Ginting. Memang menjadi pertanyaan mengapa pada partai hidup mati, pelatih justru menurunkan Ginting bukan Zaki Ubeidilah Badrun? Apabila skor berakhir 2:3, maka Indonesia tetap lolos dari fase grup dengan menduduki peringkat kedua. Tapi begitu pertandingan olahraga, selalu ada menang dan kalah. (BKR)





