Bisnis

Emas Antam Stagnan di Rp2,592 Juta/gram: Tahan, Beli, atau Malah Jual?

×

Emas Antam Stagnan di Rp2,592 Juta/gram: Tahan, Beli, atau Malah Jual?

Sebarkan artikel ini

Ringkasan : Setelah naik Rp20.000 sehari sebelumnya, harga emas Antam stagnan di Rp2.592.000 per gram pada Minggu (11/10). Buyback Rp2.401.000. Apa artinya buat kamu yang baru mau mulai nabung emas?

Channel8.co.id,  Jakarta – Sabtu kemarin naik, Minggu ini diam. Emas lagi ambil napas, guys.

Harga emas batangan Antam (Logam Mulia) pada Minggu (11/10) tidak berubah: tetap Rp2.592.000 per gram untuk ukuran 1 gram. Sehari sebelumnya, Sabtu (10/10), harganya sempat naik Rp20.000 dari Rp2.572.000. Sementara harga buyback — harga kalau kamu jual kembali emasmu ke Antam — tercatat Rp2.401.000 per gram.

Nah, di sini bagian yang sering bikin bingung: apa sih buyback itu, dan kenapa lebih murah dari harga beli?

Sederhananya, maksudnya begini. Harga Rp2.592.000 itu harga kalau kamu beli dari Antam. Harga Rp2.401.000 itu harga kalau kamu jual balik ke Antam. Selisihnya — Rp191.000 per gram — adalah “biaya” yang kamu tanggung kalau buru-buru menjual. Contoh gampangnya: kamu beli 1 gram hari ini Rp2.592.000, lalu besok iseng jual lagi — yang kamu terima cuma Rp2.401.000. Rugi Rp191.000 dalam sehari. Makanya orang bilang emas itu mainan jangka panjang: baru terasa untung kalau harganya naik melampaui selisih itu.

Lalu kenapa emas tetap laris? Karena emas dianggap safe haven — bahasa kerennya “aset lindung nilai”. Saat situasi ekonomi atau geopolitik nggak menentu, orang cenderung memindahkan uangnya ke aset yang dianggap aman, dan emas adalah langganan tetapnya. Pergerakan harganya sendiri dapat dipengaruhi harga emas dunia, nilai tukar rupiah, dan perkembangan global — jadi jangan heran kalau grafiknya naik-turun.

Ada satu hal yang bikin emas makin relatable buat Gen Z: pecahan kecil. Emas Antam ukuran 0,5 gram hari ini dibanderol Rp1.346.000. Masih lumayan, tapi jauh lebih reachable dibanding harus keluar Rp2,5 juta sekaligus. Konsep “nabung emas” — beli sedikit-sedikit tiap bulan — lahir dari sini.

Sedikit kilas balik: buat generasi orang tua kita, emas bukan sekadar investasi — itu tabungan darurat, mahar, sampai warisan. Bedanya, dulu belinya di toko emas langganan; sekarang bisa lewat butik Logam Mulia, Pegadaian, bahkan aplikasi. Caranya berubah, logikanya sama: simpan nilai buat masa depan.

Terus, dengan harga stagnan di Rp2,592 juta ini — waktunya beli atau jual? Jujur: artikel ini bukan saran finansial, dan nggak ada yang bisa nebak harga besok. Yang pasti, sebelum memutuskan, pahami dulu dua hal: selisih jual-buyback di atas, dan tujuanmu — kalau buat simpanan jangka panjang, fluktuasi harian nggak terlalu relevan; kalau buat cuan cepat, emas mungkin bukan kendaraannya.

Satu catatan: harga emas bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti jam operasional. Angka di artikel ini mengacu pada data Minggu, 11 Oktober 2026 — cek lagi harga terbaru sebelum transaksi.

BACA JUGA

[Explain] Mulai 1 November, Jualan di Marketplace Kena Potong PPh 0,5%: Siapa Kena, Siapa Aman?

[Human] Rp100 Juta, 16 Jam Perjalanan, dan Satu Panggilan Zoom: Anak Muda Bergerak untuk Kalbar

Views: 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *