Channel8.co.id, Mandalika – Kalau kamu kemarin nonton Sprint Race dan mikir, “wah, Marquez akhirnya menang di Mandalika” — tunggu dulu. Cerita hari Minggu beda total, guys.
Minggu sore (11/10), balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika dimenangi Marco Bezzecchi. Pembalap Aprilia Racing itu finis pertama dengan catatan waktu 40 menit 46,582 detik untuk 27 lap — setelah duel sengit sepanjang balapan dengan Raul Fernandez.
Fernandez sebetulnya memulai dari posisi terdepan dan sempat memimpin paruh awal lomba. Yang bikin geleng-geleng: menurut laporan resmi MotoGP, dia balapan dengan jari telunjuk kanan yang patah. Tetap ngotot, tetap cepat. Bezzecchi baru berhasil mengambil alih pimpinan di Tikungan 1 — sembilan lap sebelum finis — dan tak terkejar sampai bendera kotak-kotak. Fernandez finis kedua, selisih 4,260 detik.
Nah, di sini bagian yang paling seru. Posisi ketiga ditempati Jorge Martin — yang juga pakai Aprilia. Dan posisi keempat? Ai Ogura, juga Aprilia. Artinya: empat posisi teratas dikunci satu pabrikan. Ini pertama kalinya Aprilia mencatatkan finis 1-2-3-4 dalam sejarah MotoGP.
Lalu, apa artinya buat perebutan gelar juara dunia? Besar. Dengan finis ketiga, Martin kembali ke puncak klasemen sementara dengan 355 poin — unggul tipis 2 poin dari Marc Marquez yang mengoleksi 353 poin. Musim belum selesai, dan selisih dua poin itu ibarat beda satu kedipan.
Ngomong-ngomong soal Marquez: Sabtu kemarin dia memang memenangi Sprint Race — kemenangan sprint pertamanya di Mandalika. Tapi di balapan utama Minggu, dia harus puas finis keenam setelah berjibaku dengan Pedro Acosta dan Ogura. Ada catatan kecil yang menarik: menurut MotoGP, ini adalah finis balapan Grand Prix perdana Marquez di Mandalika. Selama ini sirkuit ini memang seperti “kutukan” buat dia — dan akhirnya pecah juga, walau belum dengan kemenangan.
Buat Bezzecchi sendiri, ini kemenangan kelimanya musim ini (terakhir di Mugello), dan dia jadi pemenang kelima yang berbeda di Mandalika sejak sirkuit ini masuk kalender MotoGP pada 2022. Mandalika memang tidak pernah membosankan.
Balapan juga diwarnai sejumlah insiden. Fermin Aldeguer jatuh di lap kedua, Francesco Bagnaia kecelakaan di lap ketujuh — ini DNF keduanya beruntun di Mandalika — plus Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu yang juga gagal finis.
Guys, coba resapi: tribun-tribun Mandalika yang dipadati penonton hari ini menyaksikan sejarah — bukan cuma kemenangan Bezzecchi, tapi dominasi total satu pabrikan Italia di tanah Lombok. Dari “kutukan” Marquez yang pecah sampai Martin yang kembali ke singgasana klasemen — balapan 27 lap ini memberi segalanya.
BACA JUGA: Dua Jari Patah, 27 Lap Bertahan: Drama MotoGP Mandalika yang Mengubah Peta Persaingan Juara Dunia
Views: 1






