Politik

“Dukung 1.000 Persen”: PKB Pasang Badan buat Prabowo 2029, Mesin Pilpres Mulai Panas

×

“Dukung 1.000 Persen”: PKB Pasang Badan buat Prabowo 2029, Mesin Pilpres Mulai Panas

Sebarkan artikel ini
“Ilustrasi AI: dinamika politik menuju Pilpres 2029.”

Channel8.do.id, Jakarta – Pemilu 2029 itu masih tiga tahun lagi. Tapi mesin politiknya? Sudah mulai menyala, guys. Dan minggu ini, yang paling berisik suaranya: PKB.

Senin kemarin (12/10), Wakil Ketua Umum DPP PKB Faisol Riza menyatakan di Jakarta bahwa partainya mendukung 100% — bahkan katanya “1.000 persen” — pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada 2029. Alasannya: Prabowo dinilai layak memimpin dua periode.

Oke, tapi apa dasarnya? Menurut Faisol, program-program kerakyatan dalam dua tahun pemerintahan ini dinilai mulai terealisasi. Yang disebut: Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, cek kesehatan gratis, dan Sekolah Rakyat. Dia juga mengakui masih ada kendala teknis dan administratif di lapangan — jadi bukan klaim “semuanya sempurna”.

PKB bukan yang pertama pasang badan. Lebih dulu, Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan Golkar sudah mengantongi satu nama capres 2029: Prabowo. Dan menurut rilpolitik.com, PAN juga berada dalam barisan pendukung. Jadi sekarang ada tiga partai yang terang-terangan menyebut nama yang sama.

Nah, di sini bagian yang menarik — karena ada data yang bilang lain.

Survei CELIOS (dikutip afu.id) justru menunjukkan 55% pemilih enggan memilih Prabowo kembali. Jadi di satu sisi ada partai-partai yang “pasang badan duluan”, di sisi lain ada angka survei yang menunjukkan mayoritas responden belum tentu mau memilih lagi.

Masalahnya, persoalannya ternyata nggak sesederhana itu. Dukungan partai tiga tahun sebelum pemilu itu soal kalkulasi politik: mengamankan posisi, menjaga kedekatan dengan kekuasaan. Sementara survei itu potret suasana hati pemilih hari ini — yang bisa berubah total dalam tiga tahun. Keduanya benar di dimensinya masing-masing, dan keduanya belum final.

Buat konteks: mesin partai memang lagi “gaspol”. Di Bandung, 10–12 Oktober kemarin, Golkar menggelar Bimtek Fraksi se-Indonesia. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa–Kalimantan DPP Golkar, Wihaji, menegaskan tenggat: konsolidasi dan restrukturisasi sampai level RT/RW harus tuntas akhir 2026. Katanya: “Kita tidak memiliki waktu untuk bersantai… dibangun lewat keringat dan kerja keras kita hari ini.” Golkar sendiri meraih 102 kursi DPR RI pada Pemilu 2024 dan menargetkan tambahan kursi di semua tingkatan pada 2029.

Sederhananya, maksudnya begini: pertarungan 2029 sudah dimulai dari sekarang — bukan di bilik suara, tapi di ruang-ruang rapat partai. Klaim “1.000 persen” itu sinyal ke publik sekaligus ke internal: barisan sudah dirapikan. Tapi angka 55% dari CELIOS adalah pengingat: suara partai bukan suara rakyat. Tiga tahun itu lama, dan banyak yang bisa berubah. (Redaksi8)

Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *