Berita

Polisi Jujur Vicky Katiandagho Viral 2026 : Dari Usut Kasus Korupsi hingga Pilih Mundur dan Banting Setir ke Usaha Kopi

×

Polisi Jujur Vicky Katiandagho Viral 2026 : Dari Usut Kasus Korupsi hingga Pilih Mundur dan Banting Setir ke Usaha Kopi

Sebarkan artikel ini
Sosok personel Polri berpangkat Aipda Vicky Katiandagho mendadak viral menjadi perbincangan nasional. (tangkapan layar medsos)

Channel8.co.id – MANADO,  April 2026 — Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, sosok personel Polri berpangkat Aipda Vicky Katiandagho mendadak menjadi perbincangan nasional. Namanya viral sejak Maret 2026 setelah kisah integritasnya menyebar luas di media sosial, khususnya Instagram, dan berbagai pemberitaan media online.

Aipda Vicky Katiandagho dikenal sebagai anggota Kepolisian yang terlibat langsung dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan di wilayah Sulawesi Utara sejak pertengahan 2024. Kasus yang menyedot anggaran sekitar Rp 2,2 miliar dari dana desa itu mencakup distribusi 150.000 tas ke 227 desa di Kabupaten Minahasa, dan menjadi sorotan publik karena skala serta dampaknya yang dinilai cukup besar. Dalam proses penyelidikan yang berlangsung hingga awal 2025, Vicky disebut aktif mengumpulkan bukti serta menelusuri aliran dana yang diduga melibatkan sejumlah pihak.

Namun, perjalanan kariernya mulai memasuki fase krusial ketika ia dimutasi pada periode Februari hingga Maret 2025 dari Polres Minahasa ke satuan lain di wilayah Sulawesi Utara. Mutasi yang terjadi di tengah proses penyelidikan tersebut pun memicu beragam spekulasi di masyarakat, terutama terkait kelanjutan penanganan kasus yang saat itu masih berjalan.

Instagram Vicky Katiandagho : https://www.instagram.com/p/DWiVoADjeKy/

Pihak kepolisian melalui Polda Sulawesi Utara kala itu menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lumrah dalam organisasi dan tidak berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani. Meski demikian, persepsi publik terlanjur terbentuk, terlebih narasi di media sosial terus berkembang.

Langkah paling mengejutkan terjadi di penghujung 2025. Vicky secara resmi mengajukan pengunduran diri dari institusi Kepolisian. Proses administrasi berjalan selama beberapa bulan hingga akhirnya keputusan tersebut disetujui pada Februari 2026.

Momentum pengunduran dirinya semakin menyita perhatian ketika pada Maret 2026 beredar video perpisahan yang memperlihatkan Vicky memberikan salam hormat terakhir kepada institusi yang telah membesarkan namanya. Video tersebut menjadi viral dan memantik gelombang simpati publik.

Lihat Instagram Vicky : https://www.instagram.com/p/DWiVoADjeKy/

Meski Vicky telah meninggalkan institusi, kasus dugaan korupsi yang sebelumnya ia tangani dipastikan tetap berlanjut. Hingga April 2026, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan dan telah dilanjutkan oleh penyidik lain. Proses pengembangan perkara disebut terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum.

Di sisi lain, Vicky kini memilih jalan hidup baru. Sejak Maret 2026, ia diketahui mulai menekuni usaha kecil di bidang kopi di Manado. Melalui media sosial, ia aktif membagikan aktivitas barunya sebagai pelaku usaha, menandai transformasi dari aparat penegak hukum menjadi wirausahawan mandiri.

Respons publik terhadap kisahnya pun beragam. Banyak yang mengapresiasi integritas dan keberaniannya, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan kondisi internal yang membuat sosok seperti dirinya memilih mundur.

Fenomena ini menjadi refleksi yang lebih luas bagi institusi Kepolisian—bahwa kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui sistem, tetapi juga dari bagaimana menjaga dan mendukung individu-individu berintegritas di dalamnya.

Kisah Vicky Katiandagho, yang terbentang sejak 2024 hingga 2026, kini tak sekadar menjadi cerita viral. Ia menjelma menjadi simbol—bahwa kejujuran masih ada, meski terkadang harus dibayar dengan keputusan besar dalam hidup.  (koni )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *