Oleh : Bakarudin AK
Channel8.co.id – PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO senang-senang jalan-jalan ke luar negeri? Memang sampai pertengahan April 2026, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah mengunjungi 26 negara dalam rangkaian perjalanan dinas luar negerinya. Jumlah kunjungan ini sempat menjadi sorotan karena melampaui jumlah provinsi di Indonesia yang telah beliau datangi sejak menjabat. Berikut adalah beberapa poin utama terkait lawatan tersebut. Terakhir secara tiba-tiba Presiden Prabowo bertandang ke Rusia dan tampak berdialog akrab dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Terima kasih Yang Mulia Presiden telah dalam waktu singkat menerima permohonan untuk melakukan konsultasi berkaitan dengan kondisi geopolitik dan geoekonomi,”tutur Presiden Prabowo dalam Bahasa Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas berbagai masalah internasional dan kerjasama bilateral di berbagai bidang antara RI-Rusia. Prabowo – Putin menyatakan puas dengan kemajuan kerjasama ekonomi yang sudah dijalan beberapa waktu belakangan ini. Putin sangat mengapresiasikan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berperan aktif dalam berbagai event Internasional, baik di PBB maupun organisasi-organisasi yang terdapat di dunia.
Misi utama kunjungan-kunjungan tersebut dilakukan untuk berbagai misi strategis, mulai dari diplomasi energi dan geopolitik (seperti pertemuan dengan Vladimir Putin di Rusia pada April 2026), menghadiri konferensi tingkat tinggi internasional, hingga menarik investasi Presiden Prabowo sempat menanggapi kritik mengenai banyaknya perjalanan luar negeri ini dengan menyatakan bahwa tugas tersebut cukup melelahkan dan dilakukan demi kepentingan diplomasi negara, bukan sekadar untuk jalan-jalan.
Diplomasi Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto jauh melebihi capaian Presiden Joko Widodo, yang tidak pernah hadir dalam acara Sidang Umum PBB—padahal acara tersebut dihadiri ratusan kepala negara dan pemerintahan. Alhasil, selama 10 tahun kepemimpinan Joko Widodo, Indonesia tidak tampak dalam acara-acara forum Internasional. Hanya Menteri Luar Negeri Marsudi Rini yang kerapkali mewakili pemerintah Indonesia pada masa tersebut.
Presiden Prabowo setidaknya menghabiskan nyaris 100 hari untuk melakukan kunjungan ke luar negeri. Pakar hubungan internasional menyebut diplomasi global merupakan panggung untuk menunjukkan diri bahwa dia pemimpin kuat. Namun, manuver itu tak luput dari kritik. Pada saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Rabu (08/04), menampik kritik yang bilang kalau berbagai kunjungannya ke luar negeri tidak menghasilkan apa-apa. Presiden Prabowo menegaskan tujuannya pergi ke luar negeri ialah dalam rangka kepentingan bangsa.
“Dengan agenda ke luar negeri, dia hendak memastikan kebutuhan minyak Indonesia tidak terganggu. Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, gue harus ke mana-mana,”tegas Presiden Prabowo Subianto.
Bagaimanakah kepuasaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai bulan Maret 2026? Hasil survei Poltracking menunjukkan 75,1 persen responden percaya dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Survei yang melibatkan 1.200 respon dilakukan pada 2-8 Maret 2026. “Kepuasan itu menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah,”tutur peneliti utama Poltracking Masduri Amrawi dalam jumpa pers daring (13/4).
Diperoleh pula, approval rating atau tingkat kepuasaan responden mencapai 74,9 persen. Untuk itu di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan geoekonomi, masyarakat menanti hasil kerja keras pemerintah. Dalam konteks kunjungan ke luar negeri, juga dampaknya untuk pembangunan nasional. Harapan besar memang tengah dibebankan kepada Presiden Prabowo Subianto, walaupun secara samar berbagai informasi yang menyebutkan adanya manuver politik mengganggu jalannya pemerintahan, dengan tujuan melawan tindakan-tindakan tegas dalam penegakkan hukum, memberantas korupsi, eksploitasi illegal sumber daya alam, penyelundupan, illegal invoice, dan lain sebagainya.
Menyelesaikan persoalan-persoalan sebagai penghalang peningkatan kesejahteraan rakyat dan keadilan tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kerja transparan, efisien, strategis dan kemampuan memanfaat potensi yang dimiliki, menjadi kunci keberhasilan program pemerintah. Diplomasi luar negeri menjadi salah satu titik strategis untuk menopang dan mendorong kemajuan yang ingin dicapai. Dibutuhkan pula komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga pemerintah tidak berjalan sendiri sedangkan masyarakat tidak merasa ditinggalkan. (BAKARUDIN AK)
Catatan Penulis :

Bakarudin AK
Penulis dan Pengamat di bidang biografi, ekonomi desa, dan opini terkait isu energi
============
Channel8.co.id adalah platform digital media on line. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis/bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Channel8.co.id.





