Berita

Peringati Hari Kartini 2026, Titiek Soeharto : Perempuan Indonesia Harus Terus Bersinar dan Berkarya

×

Peringati Hari Kartini 2026, Titiek Soeharto : Perempuan Indonesia Harus Terus Bersinar dan Berkarya

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Himpunan Ratna Busana (HRB) Titiek Soeharto memberikan sambutan dalam kegiatan HRB terkait Hari Kartini di Jakarta, Selasa 21/04/2026 (Foto : Koni Bardianto)

Channel8.co.id, Jakarta — Himpunan Ratna Busana (HRB)  sebagai wadah perempuan Indonesia untuk berkarya, menggelar kegiatan khusus dalam rangka memperingati Hari Kartini, 21 April 2026. Momentum ini dinilai sebagai saat yang sangat istimewa bagi kaum perempuan Indonesia untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan emansipasi, peningkatan kualitas diri, serta pelestarian budaya bangsa.

Ketua Umum Himpunan Ratna Busana (HRB), Titiek Soeharto, menyatakan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada R.A. Kartini, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor perjuangan kesetaraan dan pendidikan perempuan Indonesia pada awal abad ke-20.

“Ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kaum wanita Indonesia. Peringatan Hari Kartini adalah bentuk penghormatan kepada R.A. Kartini, sosok pahlawan dan pejuang kesetaraan serta pendidikan perempuan Indonesia,” ujar Titiek.

Sosok Kartini dikenal luas melalui kumpulan surat-suratnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku tersebut merupakan kumpulan surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Eropa yang memuat gagasan besar tentang pendidikan, kebebasan berpikir, serta hak perempuan untuk memperoleh kesempatan yang setara. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1911 dan menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia.

Sebagai putri Bupati Jepara dan kemudian istri Bupati Rembang, Kartini juga dikenal mendirikan sekolah bagi rakyat, khususnya perempuan, sebagai bentuk nyata perjuangannya dalam membuka akses pendidikan.

Menurut Titiek Soeharto, peringatan Hari Kartini pada hakikatnya menjadi sarana untuk terus memelihara semangat perjuangan perempuan Indonesia sekaligus memaknai kembali nilai-nilai luhur perjuangan Kartini sesuai perkembangan zaman.

“Hari Kartini mengingatkan kita bahwa perempuan Indonesia harus terus bersinar, percaya diri, meningkatkan kualitas diri, serta melakukan hal-hal positif dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Jakarta bertepatan dengan Hari Kartini tersebut, HRB juga membahas secara khusus mengenai tata cara pemakaian dan penggunaan sanggul, hingga ragam jenis sanggul dari berbagai daerah di Indonesia beserta modifikasi dan bentuknya.

Selain tentang pemakaian sanggul, HRB juga melalukan penilaian  busana daerah terbaik yang diikuti para anggota HRB dari berbagai wilayah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui ragam busana tradisional yang sarat makna dan identitas daerah.

Titiek menambahkan, di tengah dinamika zaman yang terus berubah, perempuan Indonesia dituntut untuk semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan moral bangsa.

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat Kartini tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong perempuan untuk terus maju dalam pendidikan, karier, sosial, budaya, dan kepemimpinan. (koni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *