Berita

Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Serentak di Jakarta, Banyumas, dan Yogyakarta, Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

×

Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Serentak di Jakarta, Banyumas, dan Yogyakarta, Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek menggelar long march menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa aksi membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi secara bergantian. Jumat, 13 06/26 (Instagram )

Channel8.coid, Jakarta – Gelombang demonstrasi mahasiswa berlangsung di sejumlah daerah pada 12–13 Juni 2026. Aksi yang digelar secara serentak di Jakarta, Yogyakarta, dan Banyumas itu membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi, harga bahan bakar, hingga kesejahteraan rakyat.

Mahasiswa erbagai perguruan tinggi di Jabodetabek  long march di  menuju  bunderan HI  Jumat 13/06/26 (Tangkapan Instagram )

Di Jakarta, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek menggelar long march menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa aksi membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi secara bergantian. Dalam perjalanan menuju lokasi aksi, sejumlah peserta mengaku sempat dihadang aparat keamanan di beberapa titik. Meski demikian, demonstrasi tetap berlangsung damai dan tertib.

Sementara itu di Yogyakarta, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi bertajuk “Rakyat Memanggil” berkumpul di kawasan Pertigaan Gejayan. Meski hujan mengguyur lokasi aksi, para peserta tetap bertahan menyampaikan aspirasi melalui mimbar bebas dan pembacaan pernyataan sikap.

Aksi Aliansi Masyarakat Memanggil yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil seperti mahasiswa, NGO hingga driver ojek on line tepat di Pertigaan Gejayan Jogya , Sabtu, 13/06/26 (Instagram @Pandangan Jogja – Gigih Iman)

Di Banyumas, Jawa Tengah, ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Pendopo Bupati Banyumas. Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Bupati Banyumas. Pemerintah daerah berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat. Setelah dialog berlangsung, massa membubarkan diri secara damai.

Lima Tuntutan Mahasiswa

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan dalam berbagai aksi, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yaitu:

  1. Menurunkan harga Pertamax dan memastikan kebijakan energi yang lebih berpihak kepada masyarakat.
  2. Mengendalikan harga kebutuhan pokok yang dinilai terus membebani masyarakat.
  3. Meningkatkan lapangan kerja dan memperkuat perlindungan bagi pekerja muda.
  4. Memperbaiki kondisi perekonomian nasional dan menjaga daya beli rakyat.
  5. Mendorong transparansi serta akuntabilitas pemerintah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Soroti Kondisi Ekonomi

Dalam berbagai orasi, mahasiswa menyoroti meningkatnya beban hidup masyarakat akibat kenaikan sejumlah kebutuhan dasar dan biaya transportasi. Mereka menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kebijakan yang diambil dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Di sisi lain, aparat keamanan dan pemerintah daerah di berbagai lokasi mengawal jalannya demonstrasi sehingga berlangsung relatif kondusif. Hingga aksi berakhir, tidak terdapat laporan mengenai kerusuhan besar maupun bentrokan yang mengganggu jalannya kegiatan.

Gelombang aksi pada 12–13 Juni 2026 ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih menjadi salah satu kelompok masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi publik melalui jalur demonstrasi damai. Para peserta berharap tuntutan yang mereka suarakan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan. (Red dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *