Bisnis

IHSG Melesat 2,25 Persen ke 5.030: Kembali ke Level 5.000

×

IHSG Melesat 2,25 Persen ke 5.030: Kembali ke Level 5.000

Sebarkan artikel ini

Ringkasan : IHSG ditutup menguat 2,25 persen ke 5.030 pada Kamis, kembali menembus level 5.000 setelah sepekan tertekan. Penguatannya didorong sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal III dan hasil pemilu sela Amerika Serikat.

Channel8.co.id, Jakarta, — Kalau Rabu kemarin IHSG baru rebound tipis, Kamis ini ceritanya beda: lompat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) — indeks yang merangkum pergerakan harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) — ditutup naik 110,49 poin atau 2,25 persen ke level 5.030,26 pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Sehari sebelumnya, Rabu, indeks ditutup di 4.919,77. Artinya, dalam sehari, indeks naik lebih dari seratus poin dan kembali menembus level 5.000 yang sudah beberapa hari ditinggalkan. Menurut data Bloomberg, penguatan ini termasuk yang tertinggi di Bursa Asia pada hari itu.

Sehari yang Berbalik Sejak Pagi

Berbeda dengan Rabu yang baru berbalik di sesi kedua, Kamis ini hijau sejak pagi. Perdagangan dibuka di 4.998,34, lalu bergerak dalam rentang 4.995,45 hingga 5.072,05 sepanjang hari. Pada penutupan sesi pertama saja, indeks sudah menguat 1,96 persen ke level 5.016. Sesi kedua mempertahankan laju itu sampai penutupan di 5.030,26. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona hijau, dengan sektor barang baku memimpin penguatan.

IHSG Rabu 4.919,77 → Kamis 5.030,26 (+2,25%). Infografis: Channel8

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 15,76 persen ke Rp2.130, dan enam saham mentok di batas Auto Rejection Atas (ARA) — batas kenaikan harian maksimal yang diizinkan bursa — yakni BAJA naik 34,72 persen ke Rp194, BELL naik 34,55 persen ke Rp74, MKNT naik 33,33 persen ke Rp32, AGAR naik 25 persen ke Rp1.250, YUPI naik 24,73 persen ke Rp1.135, dan AIMS naik 24,5 persen ke Rp940.

Penguatan ini, menurut Bloomberg Technoz, ditopang saham-saham berkapitalisasi besar alias big caps. Analis yang dikutip Bloomberg Technoz menyebut IHSG berpeluang menguji level resistance — level yang secara teknis sulit ditembus — di 5.100–5.125 pada perdagangan Jumat. Itu proyeksi, bukan janji.

Dua Pendorong: Ekonomi Tumbuh, Amerika Berubah

Lalu, kenapa pasar tiba-tiba percaya diri? Ada dua kabar besar yang datang hampir bersamaan. Pertama, dari dalam negeri: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year), di atas konsensus ekonom sekitar 5,20 persen.

Angka itu membuat pasar menilai ekonomi Indonesia lebih kuat dari perkiraan. Kedua, dari Amerika Serikat: Partai Demokrat memenangkan pemilu sela (midterm elections) 3 November 2026 dan merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta Senat AS dari Partai Republik.

Menurut analisis yang dikutip Bloomberg Technoz, kemenangan itu memunculkan ekspektasi legislative gridlock — situasi ketika pemerintahan dan Kongres dikuasai kubu berbeda sehingga kebijakan besar sulit berubah cepat — yang dinilai pasar bisa meredakan eskalasi, antara lain prospek perang AS–Iran, sehingga harga minyak turun dan harga emas menguat. Rupiah ikut menguat 0,39 persen ke level Rp18.095 per dolar AS pada siang hari, menurut data Bloomberg.

Sederhananya, begini. Pasar saham itu seperti suasana hati banyak orang yang diukur setiap detik: kabar baik bikin berani beli, kabar buruk bikin buru-buru jual. Kamis ini, dua kabar baik datang bersamaan — ekonomi dalam negeri tumbuh di atas perkiraan, dan politik Amerika berubah ke arah yang dinilai pasar lebih mudah diprediksi.

Hasilnya: orang berani beli, indeks naik. Tapi ingat pelajaran Rabu lalu: satu hari hijau, apalagi setelah anjlok dalam, belum berarti pasar sudah pulih sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah apakah penguatan ini bertahan beberapa hari ke depan, dan apakah ia merata ke banyak sektor, bukan hanya ditopang saham-saham besar. (redaksi C8)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *