Explain Channel 8

Explain: Inflasi Terkendali, Kok Belanja Tetap Terasa Mahal?

×

Explain: Inflasi Terkendali, Kok Belanja Tetap Terasa Mahal?

Sebarkan artikel ini
Seorang perempuan memeriksa struk belanja di tengah kebutuhan pokok yang harus diatur dalam anggaran rumah tangga. Inflasi yang terkendali tidak otomatis membuat harga barang kembali murah. (Ilustrasi: AI/Channel8.co.id)

Channel8.co.id, Jakarta — Pernah merasa uang belanja semakin cepat habis, padahal berita ekonomi menyebut inflasi masih terkendali?

Keduanya tidak selalu bertentangan.

BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen. Angka ini menggambarkan perubahan harga secara umum dibandingkan September 2025.

Nah, bagian yang sering bikin bingung ada di sini: inflasi mengukur perubahan harga, bukan apakah harga barang sudah murah.

Bayangkan harga kebutuhan rumah tangga naik selama beberapa bulan. Kemudian, kenaikannya melambat. Harga barang bisa tetap lebih tinggi daripada sebelumnya meskipun laju inflasinya melambat.

Ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Tingkat harga: berapa harga barang saat ini.
  2. Inflasi: seberapa cepat harga secara umum berubah.
  3. Daya beli: seberapa banyak barang dan jasa yang bisa dibeli dengan pendapatan yang dimiliki.

Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak sama.

Misalnya, ketika harga kebutuhan naik sementara pendapatan tidak berubah, anggaran rumah tangga bisa terasa semakin sempit. Namun, untuk menyimpulkan kondisi daya beli masyarakat secara keseluruhan, kita membutuhkan data pendapatan dan pengeluaran yang relevan.

Jadi, saat mendengar inflasi terkendali, jangan langsung menganggap semua barang sudah terjangkau. Lihat juga harga kebutuhan yang paling sering dibeli dan bandingkan dengan perkembangan pendapatan.

Channel8 Explain — Tahu dulu, baru ngomong. 

(koni)

Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *