Terkini

Dua Tamu Masih Hilang Setelah Longsor Terjang Glamping di Pelaga, Bali

×

Dua Tamu Masih Hilang Setelah Longsor Terjang Glamping di Pelaga, Bali

Sebarkan artikel ini
Dua wisatawan diduga tertimbun longsoran di penginapan glamping di Bali, pencarian pada korban masih dilakukan. (Instagram/bali.bercerita)

Ringkasan: Dua tamu glamping di Pelaga, Badung, masih dicari setelah longsor Minggu malam menghanyutkan satu bangunan. Tim gabungan menyisir aliran sungai, sementara 21 tamu lain selamat.

Channel8.co.id, Badung, — Malam Minggu yang seharusnya tenang berubah jadi malam yang panjang di Pelaga. Hujan deras mengguyur sejak sore, lalu sekitar pukul 23.00 WITA, Minggu (1/11/2026), material longsor menerjang kawasan Pelaga Eco Park Glamping Retreat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Satu bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai, tiga bangunan lain roboh atau rusak parah.

Malam yang Berubah Cepat

Saat kejadian, ada 23 tamu yang menginap di lokasi itu, termasuk enam warga negara asing. Sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Dua orang lainnya — satu warga negara Indonesia dan satu warga negara asing — belum ditemukan hingga Senin (2/11/2026) sore dan masih berstatus hilang. Sengaja kami tidak menuliskan nama dan usia korban di sini: sejumlah laporan media masih berbeda soal identitas itu, dan yang paling penting saat ini adalah status pencariannya, bukan spekulasi soal siapa mereka.

Pencarian yang Belum Berhenti

Tim SAR gabungan — Basarnas, BPBD Badung, kepolisian, aparat kecamatan, dan warga setempat — menyisir aliran sungai di beberapa titik. Menurut keterangan kepolisian yang dikutip media, pencarian difokuskan pada tiga titik utama aliran sungai. Kendalanya nyata di lapangan: akses jalan menuju lokasi tertutup material longsor. Karena itu, BPBD Badung meminta dukungan alat berat dari Dinas PUPR Badung. Nah, di sini bagian yang perlu dipahami: pencarian di medan longsor tidak bisa dipaksakan secepat yang kita bayangkan dari layar ponsel. Keselamatan petugas juga harus dijaga, karena hujan dan arus sungai masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Proses pencarian korban yang dilaporkan hilang saat berkema di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (2/11/2026). -TIAN. Foto NusaBali.com

Apa yang Perlu Diingat Saat Hujan Deras

Peristiwa ini adalah pengingat yang pahit, terutama di awal musim hujan. Tempat menginap yang cantik di tepi sungai atau lereng memang menggoda, tapi justru di situlah risikonya paling besar saat hujan deras berjam-jam. Kalau kamu sedang berwisata di daerah rawan longsor dan hujan tak kunjung reda, jangan ragu untuk bertanya ke pengelola soal jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman. Itu bukan panik berlebihan, itu cara kita menjaga diri sendiri. (redaksi C8)

UPDATE — Selasa (3/11): pencarian hari kedua berlanjut, kedua tamu masih belum ditemukan; laporan hari kedua menyebut 76 personel gabungan (Basarnas Bali 12, SAR Brimob 8, SAR Polda 14, Polres Badung 22, BPBD Badung 12, K9 4, tim kesehatan 4), dengan komposisi berbeda dari 123 personel operasi Senin. (Sumber: Polres Badung, dikutip Deteksi Post, 3/11/2026.) 

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

BMKG menetapkan 22 provinsi berstatus Waspada hujan lebat untuk Minggu, 1 November 2026, dengan Bengkulu sebagai satu-satunya provinsi Siaga. Peringatan ini penting karena hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi menimbulkan genangan, luapan sungai, dan tanah longsor di tengah aktivitas akhir pekan.