Terkini

Hari Kedua di Pelaga: 76 Personel Masih Menyisir Sungai, Dua Tamu Belum Ditemukan

×

Hari Kedua di Pelaga: 76 Personel Masih Menyisir Sungai, Dua Tamu Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Dua wisatawan diduga tertimbun longsoran di penginapan glamping di Bali, pencarian pada korban masih dilakukan. (Instagram/bali.bercerita)

Ringkasan: Memasuki hari kedua, pencarian dua tamu glamping Pelaga yang hilang masih berlangsung dengan 76 personel gabungan menyisir aliran sungai. Hingga Selasa sore, keduanya belum ditemukan.

Channel8.co.id, Badung, — Pencarian itu belum berhenti. Memasuki hari kedua, Selasa (3/11/2026), tim gabungan masih menyisir aliran sungai di sekitar Pelaga Eco Park Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, untuk mencari dua tamu yang hilang sejak longsor Minggu malam (1/11/2026) menghanyutkan satu bangunan glamping. Hingga berita Selasa sore diturunkan, keduanya belum ditemukan.

Update Rabu pagi: Memasuki hari ketiga, Rabu (4/11/2026), pencarian kedua tamu glamping Pelaga tetap berjalan meski bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi. Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menegaskan tidak ada jeda pada hari raya tersebut, dan jangkauan penyisiran di sungai dilebarkan hingga 3–3,5 kilometer dari titik awal musibah. Hingga akhir operasi hari kedua, Selasa sore, keduanya masih berstatus hilang. (Sumber: Ujaran, 4/11/2026, mengutip pernyataan Sidakarya, Selasa 3/11/2026.)

76 Personel, Satu Aliran Sungai

Menurut keterangan Polres Badung yang dikutip sejumlah media pada Selasa, operasi hari kedua melibatkan 76 personel gabungan: Basarnas Bali 12 orang, SAR Brimob Polda Bali 8 orang, SAR Polda Bali 14 orang, Polres Badung 22 orang, BPBD Badung 12 orang, unit anjing pelacak (K9) Polda Bali 4 orang, dan tim kesehatan 4 orang. Fokusnya tetap sama: menyisir aliran sungai tempat bangunan Glamping Room 6 itu hanyut terbawa arus. Angka 76 ini adalah angka operasi hari kedua dari Polres Badung — bukan angka hari pertama, yang laporannya sempat berbeda-beda dan sengaja tidak kami pakai.

Infografis: Channel8 — pencarian hari kedua Pelaga: 21 tamu selamat, 2 masih dicari, 76 personel gabungan.

Yang Berkunjung dan Yang Mengingatkan

Sehari sebelumnya, Senin (2/11/2026), Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung lokasi bencana dan meminta tim gabungan memaksimalkan pencarian, dengan aspek kemanusiaan sebagai prioritas utama. Sementara itu, pada Selasa, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali I Gusti Lanang Umbara menyampaikan duka sekaligus sorotan: menurut keterangan pengelola yang ia kutip, upaya antisipasi sebenarnya sudah dilakukan sebelum bencana, namun ia menegaskan kondisi itu tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat lengah soal mitigasi dan keselamatan wisatawan. Dua hal itu — pencarian dan mitigasi — memang harus berjalan berbarengan: yang satu menyelamatkan hari ini, yang satu mencegah terulangnya besok.

Kenapa Identitas Korban Masih Kami Tahan

Sampai Selasa sore, laporan media masih belum sepakat soal identitas kedua korban. Rilis Polres Badung yang dikutip Selasa menyebut inisial B.K.M. (27, WNI) dan S.E.S. (56, WNA Jerman), sementara laporan Senin menyebut nama dan usia yang berbeda untuk korban WNI. Karena itu, kami tetap menulisnya seperti ini: satu WNI dan satu WNA, masih hilang dan masih dicari. Bukan karena kami menyembunyikan, tapi karena menulis nama yang salah kepada keluarga yang sedang menunggu adalah kesalahan yang tidak bisa ditarik kembali. Status keduanya tetap hilang — jangan ditulis “meninggal” sampai ada pernyataan resmi.

Waspada Hujan Masih Berlaku

Nah, di sini bagian yang perlu kita pegang bersama. Longsor Pelaga terjadi di awal musim hujan, dan peringatan cuaca belum reda. BMKG Juanda menetapkan kewaspadaan cuaca ekstrem untuk 21 wilayah Jawa Timur pada periode 2–9 November 2026, sementara BMKG Bandung mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Bandung Raya, termasuk pada Rabu (4/11). Kalau kamu berwisata ke daerah lereng atau tepi sungai dan hujan deras tak kunjung reda, tanyakan jalur evakuasi dan titik kumpul ke pengelola sejak awal. Itu bukan panik berlebihan, itu cara kita menjaga diri sendiri. (redaksi C8)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

BMKG menetapkan 22 provinsi berstatus Waspada hujan lebat untuk Minggu, 1 November 2026, dengan Bengkulu sebagai satu-satunya provinsi Siaga. Peringatan ini penting karena hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi menimbulkan genangan, luapan sungai, dan tanah longsor di tengah aktivitas akhir pekan.