Explain Channel 8

Explain Channel8: Beli Emas Rp2,54 Juta, Dijual Lagi Kok Cuma Rp2,335 Juta?

×

Explain Channel8: Beli Emas Rp2,54 Juta, Dijual Lagi Kok Cuma Rp2,335 Juta?

Sebarkan artikel ini

Ringkasan tulisan: Selisih Rp205.000 antara harga beli dan buyback emas Antam bukan potongan tersembunyi, melainkan selisih antara dua harga yang berbeda: harga Antam menjual emas ke kamu dan harga Antam membeli kembali emas dari kamu. Ini penting dipahami sebelum transaksi apa pun, karena selisih inilah yang membuat emas bukan instrumen untuk dibeli hari ini dan dijual besok pagi.

Channel8.co.id, Jakarta, — Ini pertanyaan yang paling sering muncul setiap kali harga emas dibahas: kok harga beli dan harga jualnya beda jauh? Sabtu, 24 Oktober 2026, contohnya nyata: emas Antam 1 gram dijual Rp2.540.000, tapi kalau kamu menjualnya kembali ke Antam di hari yang sama, harga buyback-nya Rp2.335.000. Selisihnya Rp205.000. Ke mana perginya Rp205.000 itu?

Nah, di sini bagian yang sering bikin bingung — dan jawabannya dimulai dari memahami bahwa “harga emas” itu sebenarnya bukan satu harga, melainkan dua harga yang berjalan beriringan.

Pertama, ada harga jual: harga yang kamu bayar saat membeli emas dari Antam. Kedua, ada buyback: harga yang Antam tawarkan saat membeli kembali emas darimu.  Buyback itu, sederhananya, harga beli kembali. Selisih antara keduanya — dalam dunia perdagangan disebut *spread* — adalah Rp205.000 per gram pada Sabtu ini, atau sekitar 8,07 persen dari harga beli. Jadi Rp205.000 itu bukan biaya yang “hilang” entah ke mana; ia adalah jarak antara dua harga tersebut, sebelum pajak dan biaya transaksi dihitung.

 

Ilustrasi Emas

Sederhananya, maksudnya begini. Bayangkan kamu membeli 1 gram seharga Rp2.540.000, lalu menjualnya di hari yang sama seharga Rp2.335.000. Kamu menerima Rp205.000 lebih sedikit dari yang kamu bayarkan. Karena itu, emas bekerja paling masuk akal sebagai simpanan jangka waktu lebih panjang: keuntunganmu ditentukan oleh selisih antara harga saat kamu pertama kali membeli dan harga saat kamu akhirnya menjual — bukan oleh harga satu hari.

Ada dua hal praktis lain yang sering luput. Pertama, makin besar pecahannya, harga per gramnya cenderung makin murah: emas 100 gram pada Sabtu ini dijual Rp248.360.000, yang setara Rp2.483.600 per gram — lebih murah per gramnya daripada pecahan 1 gram. Kedua, harga berbeda menurut kanal penjualan: di Pegadaian, emas Antam 1 gram dijual Rp2.579.000, sementara harga dasar Logam Mulia Rp2.540.000. Kanal yang berbeda, harga yang berbeda — jadi bandingkan dulu sebelum membayar.

Terakhir, satu peringatan yang wajib dipegang: harga emas berubah dari hari ke hari. Harga Sabtu bukan patokan Senin, dan ketentuan pajak serta biaya transaksi yang berlaku juga perlu diperhitungkan sebelum transaksi. Kalau kamu memahami tiga hal ini — harga beli, buyback, dan selisihnya — kamu tidak akan lagi kaget saat angka di struk jual ternyata lebih kecil dari angka di struk beli. Dan itulah gunanya Explain ini: bukan untuk menyuruhmu beli atau tidak beli, melainkan supaya kamu bertransaksi dengan mata terbuka. (Redaksi C8)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explain Channel 8

Wacana memisahkan pileg dan pilpres kembali menguat di DPR — padahal sejak 2019 kita memilih dengan sistem serentak “5 kotak”. Explain kali ini mengurai sejarahnya: kenapa 2009 dan 2014 dipisah, kenapa 2019 dan 2024 digabung, apa kata Mahkamah Konstitusi, dan satu hal penting yang sering ketukar — wacana “pileg dulu baru pilpres” itu beda dengan putusan MK. Biar pas 2029 tiba, kita nggak cuma ikut-ikutan bingung.

Explain Channel 8

Setiap 22 Oktober Indonesia memperingati Hari Santri — tahun ini (22/10/2026) upacara digelar serentak pukul 07.00 dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tanggalnya merujuk pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945: fatwa KH Hasyim Asy’ari yang menyatakan membela kemerdekaan sebagai fardhu ‘ain, yang kemudian membakar Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Explain Channel 8

Presiden Prabowo dijadwalkan meluncurkan Perlinsos Digital secara nasional pada 10 November 2026. Skemanya mengubah bansos: dari subsidi yang “nempel di barang” menjadi uang tunai yang “nempel di orang”. Apa bedanya, siapa yang dapat, dan apa yang belum jelas — dijelaskan buat awam.