DelapanPagi

Ancaman Artificial Intelligence (AI) Di Area Informasi Publik

×

Ancaman Artificial Intelligence (AI) Di Area Informasi Publik

Sebarkan artikel ini
Sketsa Bijak gunakan Artificial Intelligence (AI)

Oleh : Bakarudin AK

Channel8.co.id – TEKNOLOGI INFORMASI telah berkembang pesat pada saat ini. Salah satu yang membuat decak kagum adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sebagai bagian teknologi ilmu computer dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, seperti belajar, memecahkan masalah, dan mengenali pola. Prinsipnya AI bekerja dengan melakukan analisis data dalam jumlah besar untuk melakukan tugas spesifik secara otomatis, cepat, dan efisien. AI tidak bekerja sendiri, melainkan menggunakan algoritma dan machine learning (pembelajaran mesin) yang dilatih menggunakan data. Dengan kemampuan tersebut, AI dapat mengenali suara gambar, menerjemahkan bahasa, bahkan rekomendasi.

Setiap kemajuan tentu saja menimbulkan konsekuensi. Kecerdasan AI memang mempermudah kerja manusia, namun sebaliknya dapat menimbulkan efek negatif dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan manusia, antara lain, untuk melahirkan kreativitas dalam berkarya, tergantikan oleh AI. Untuk itulah AI disebut dapat mendegradasi aspek-aspek hakiki manusia.  Memang setiap kemajuan harus disikapi secara arif dan bijaksana dalam penerapannya untuk membantu manusia menjawab persoalan-persoalan di dunia.

Mengapa tulisan ini membahas persoalan AI? Beberapa hari ini sejumlah peristiwa mencuat kepermukaan berkaitan dengan pemanfaatan AI. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, telah terjadi penyalahgunaan AI di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur. Seorang warga menyampaikan laporan melalui Jakarta Kini (JAKI) tentang parkir liar di sebuah kawasan perumahan. Aparat kelurahan Kalisari alih-alih menindaklanjuti secara langsung, melainkan menjawab laporan warga dengan menggunakan AI. Apa yang dilakukan? Menjawab laporan warga, ditampilkan parkir liar yang dilaporkan tampak sudah kosong dan disertai foto seorang petugas parkir tampak di tempat tersebut.

Menanggapi kasus tersebut Pramono Anung memberikan teguran kepada Lurah Kalisari dan aparat terkait yang terlibat. Segera Pramono Anung mengeluarkan Surat Edaran Pemprov DKI Jakarta yang melarang penggunaan AI dalam menindaklanjuti laporan warga. Fasilitas JAKI merupakan super-app atau aplikasi pelayanan publik resmi Pemprov DKI Jakarta yang mengintegrasikan berbagai layanan kota dalam satu genggaman. Dikembangkan oleh Jakarta Smart City, aplikasi ini memudahkan warga melaporkan masalah (jalan rusak, sampah, banjir), mengecek pajak, memantau kualitas udara, dan mengakses layanan kesehatan.

Penggunaan AI dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Joko Widodo pun sempat menghebohkan. AI milik Universitas Gadjah Mada (UGM), LISA (Linan Intelligence Service Asissitant) sempatr viral karena memberikan informasi dengan menyebut Presiden Joko Widodo bukan alumni UGM, melainkan hanya pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan. UGM pun mengambil tindakan “tegas” dan segera mengklarifikasi bahwa informasi tersebut salah akibat keterbatasan data AI. Kemudian menegaskan Joko Widodo adalah alumni sah, serta memperbaiki AI tersebut.

Peristiwa terbaru adalah laporan Wakil Presiden ke-10 dan 12 M. Jusuf Kalla terkait konten YouTube dan Rismon Hasiholan Sianipar, berisi informasi telah mendanai kegiatan Roy Suryo, Rismon dan dokter Tifa. Laporan Jusuf Kalla disampaikan kepada Bareskrim Mabes Polri. Kita tentu menunggu bagaimana tindak lanjut dari kasus tersebut. Rismon sudah memberikan bantahan, dirinya tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla.

Perkembangan AI memang menarik untuk disimak. Para praktisi teknologi informasi, ahli telematika, para programe harus terus-menerus mengikuti dan melakukan kajian-kajian, sehingga AI bermanfaat bukan justru menjadi bumerang. Bisa dibayangkan, dengang menggunakan AI, beberapa waktu lalu beredar luas Presiden Soeharto “hidup kembali” memberikan pernyataan berkaitan dengan kondisi Indonesia. Memang ada beberapa video yang dicuplik dari dialog Presiden Soeharto dengan masyarakat, namun ada pula perkataannya tentang masalah-masalah kenegaraan dan kebangsaan—seolah-olah Pak Harto yang wafat pada 27 Januari 2008 masih hidup pada saat ini. Realitanya Pak Harto telah bersemayam di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

Mengapa memanfaatkan sosok Presiden Soeharto untuk menyampaikan topik yang sedang aktual? Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan ketokohan Pak Harto, sehingga informasi yang disampaikan dipercayai masyarakat. Sebagai contoh dialog antara Pak Harto dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jelas sekali sebagai produsk AI. Persoalannya, pemanafaatan sosok Pak Harto dengan menggunakan AI, bisa jadi menimbulkan efek negatif. Kita ketahui setelah menyatakan berhenti sebagai Presiden pada 21 Mei 1998, Pak Harto tidak pernah memberikan statement berkaitan dengan kondisi politik dan perkembangan sosial kemasyarakatan.

Sejatinya kita dapat melakukan kajian-kajian terkait keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional selama lebih 30 tahun Presiden Soeharto memimpin. Keberhasilan di berbagai bidang juga diakui dunia internasional. Berbagai penghargaan internasional dari lembaga-lembaga bernaung dibawah Perserikatan Bangsa Bangsa diterima Presiden Soeharto. Keberhasilan pembangunan nasional telah mengubah wajah Indonesia, sehingga membuat diperhitungkan, disegani dan menjadi contoh banyak negara lain.

Di tengah persaingan ketat antara negara dan bangsa memang dibutuhkan kecerdasan dalam mengelola pembangunan. Hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara di dunia pun harus secara maksimal untuk kepentingan kemajuan Indonesia. Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Dalam kontek inilah AI digunakan bukan untuk membunuh intelektual dan kreativitas generasi penerus, sebaliknya membangun kemajuan setinggi-tingginya. Hanya kita, bangsa Indonesia, yang dapat mengubah dan mencapai taraf hidup yang lebih sejahtera, adil dan makmur. (BAKARUDIN AK)

Catatan Penulis :

Bakarudin AK 

Penulis dan Pengamat di bidang biografi, ekonomi desa, dan opini terkait isu energi

============

Channel8.co.id adalah platform digital media on line.  Konten ini menjadi tanggung jawab penulis/bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Channel8.co.id.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *