Berita

Piala Thomas dan Uber : Cina dan Korea Selatan Juara

×

Piala Thomas dan Uber : Cina dan Korea Selatan Juara

Sebarkan artikel ini
China Thomas & Uber

Channel8. co.id , Denmark . Piala Thomas dan Uber Cup telah berakhir. Tim Thomas RRC dan Tim Uber Korea Selatan berhasil ke luar sebagai juara. China menjuarai Thomas Cup 2026 setelah mengalahkan Prancis 3-1 di babak final yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Gelar ke-12 bagi China ini dipastikan oleh kemenangan ganda putra He Ji Ting/Ren Xiang Yu, sementara Prancis mencetak sejarah sebagai runner-up untuk pertama kalinya

Tim Thomas Cina berhasil menjungkalkan strategis Prancis yang berhasil menyingkirkan Indonesia pada babak penyisihan group. Partai 1 (Tunggal 1): Shi Yu Qi (CHN) menang atas Christo Popov (FRA): 21-16, 16-21, 21-17. Kemudian partai kedua di sektor tunggal dimenangkan Prancis. Cina menurunkan Li Shi Feng kalah dari Alex Lanier : 13-21, 10-21. Partai 3 (Tunggal 2): Weng Hong Yang (CHN) menang atas Toma Junior Popov (FRA): 22-20, 20-22, 21-19.Partai 4 (Ganda 2): He Ji Ting/Ren Xiang Yu (CHN) menang atas Eloi Adam/Leo Rossi (FRA): 21-13, 21-16. Keberhasilan kali ini menjadikan China berhasil menambah rentetan juara ke-12, selisih 1 point dibandingkan Indonesia yang sudah pernah menjadi jawara sebanyak 13 kali gelaran.

An Se Young Sebagai Ratu Bulutangkis

Catatan apik juga diperoleh Tim Uber Cup Korea Selatan (Korsel). Hasil final Uber Cup 2026, Minggu (3/5/2026), di Forum Horsens, Horsens, Denmark. Korea Selatan berhasil meraih juara setelah mengalahkan Cina dengan skor 3-1. Korsel memetik kemenangan di dua nomor tunggal putri dan satu nomor ganda putri. An Se Young (tunggal putri), Kim Ga Eun (tunggal putri), dan Baek Ha Na/Kim Hye Jeong (ganda putri) menyumbang poin kemenangan untuk Korsel. Sementara Cina hanya mampu membalas 1 poin lewat Liu Sheng Shu/Tan Ning di nomor ganda putri.

Dengan hasil final  Piala Uber 2026 ini, Korsel menambah koleksi gelar Uber Cup mereka menjadi 3 trofi. Sebaliknya, Cina meraih runner-up ke-5 dan gagal mempertahankan gelar Uber Cup yang diraih pada edisi 2024. Pada parta pertama final Uber Cup 2064, An Se Young memetik kemenangan atas Wang Zhi Yi via straight game di nomor tunggal putri pertama. An Se Young tampil cukup dominan dengan skor akhir 21-10 dan 21-13 dalam waktu 47 menit.

Keberhasilan ini semakin mengokohkan An Se Young sebagai Ratu Bulutangkis Dunia, baik pada kejuaraan perorangan maupun beregu. Putri Kusuma Wardhani dari Indonesia yang diharapkan memberikan perlawanan pada fase semi-final, tak mampu berbuat banyak. Untuk dapat mengalahkan An Se Young, tidak hanya harus matang secara teknis, juga harus memiliki strategi jitu, fisik yang luar biasa, dan mentalitas juara. Tidak hanya itu, An Se Young merupakan tunggal putri yang dibekali intelegensia tinggi, sehingga mampu menjaga ritme permainan dan membaca arah pukulan lawan. An Se Young juga memiliki refleks luar biasa, foot work bagus dan badan yang lentur.

Pada partai lain, Cina berhasil menyamakan skor lewat kemenangan Liu Sheng Shu/Tan Ning atas Jeong Na Eun/Lee So Hee di nomor ganda putri pertama. Liu/Tan sukses mengandaskan perlawanan Jeong/Lee via skor 21-15 dan 21-12. Di set pertama, Liu/Tan dan Jeong/Lee sama-sama mengandalkan permainan rally panjang. Liu/Tan mampu bermain lebih disiplin dan meraih kemenangan 21-15. Lalu Liu/Tan tampil lebih agresif di set kedua dan mengantongi kemenangan 21-12.

Pada laga ketiga, Kim Ga Eun mampu membawa Korsel kembali memimpin usai mengalahkan Chen Yu Fei di nomor tunggal putri kedua. Kim mampu tampil lebih konsisten dan menang via straight game di angka 21-19 dan 21-15. Memasuki laga keempat, Baek Ha Na/Kim Hye Jeong sukses menuntaskan pertandingan dengan kemenangan rubber game atas Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Baek/Kim sempat tertinggal di set pertama, lalu mampu membalikkan keadaan dengan skor 16-21, 21-10, dan 21-13.

Kegagalan Tim Thomas dan Uber Cup pada kejuaraan tahun 2026 harus segera mendapat evaluasi komprehensif dari pengurus PBSI. Menyimak peringkat WBF hanya beberapa pemain yang berhasil masuk 10 besar dunia. Walaupun di sektor tunggal putri muncul talenta baru Ester Nurumi dan Talitha Wardhani, PBSI tetap harus bekerja keras menemukan bibit-bibit unggul dari berbagai klub di daerah. Demikian pula di sektor putra, era Jonathan Christie dan Ginting akan segera berakhir, sementara Alwi Farhan dan Muhamad Zaki Ubaidillah masih belum matang. Keberhasilan pebulutangkis Indonesia dapat dilihat dari keberhasilannya dalam kejuaraan perorangan di berbagai ajang internasional. (BKR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *