Terkini

Inflasi Indonesia 3,28 Persen, Kenapa Belanja Harian Masih Terasa Mahal?

×

Inflasi Indonesia 3,28 Persen, Kenapa Belanja Harian Masih Terasa Mahal?

Sebarkan artikel ini
Pedagang dan Harga Pangan serta Konsumen di Pasar ( AI Image)

Channel8.co.id, Jakarta — Pernah merasa uang belanja yang biasanya cukup untuk beberapa hari sekarang lebih cepat habis? Pengalaman itu menjadi pintu masuk untuk memahami inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,30 persen. Artinya, Indeks Harga Konsumen secara umum lebih tinggi dibandingkan periode pembandingnya, meski kenaikan setiap barang tidak selalu sama.

Sederhananya, inflasi mengukur perubahan harga sekumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Angka inflasi bukan berarti semua barang naik dengan persentase yang sama.

Itulah sebabnya pengalaman belanja setiap keluarga bisa berbeda. Rumah tangga yang banyak mengeluarkan uang untuk makanan, transportasi, atau kebutuhan tertentu bisa merasakan tekanan harga yang berbeda dari rumah tangga lainnya.

Bagi pekerja muda, keluarga dengan anak, maupun pelaku usaha kecil, persoalan yang penting bukan hanya berapa angka inflasi nasional, tetapi barang apa yang naik, apa penyebabnya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap anggaran bulanan.

Karena itu, membaca inflasi perlu dilengkapi dengan data harga komoditas dan perkembangan harga di daerah. Angka nasional memberi gambaran besar, sedangkan harga di pasar membantu menjelaskan pengalaman sehari-hari.

Pertanyaan pentingnya: apakah pendapatan masyarakat bertambah secepat kenaikan biaya hidup? Untuk menjawabnya,  perlu membandingkan data harga dengan perkembangan upah dan pendapatan, bukan hanya mengandalkan pengalaman atau keluhan di media sosial. (koni)

BACA JUGA : Explain: Kenapa Harga Gas Bisa Naik, Tapi Gas Melon Tetap Rp19.000?

Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *