Ringkasan tulisan: Menyambut Hari Sumpah Pemuda, bakti sosial dan donor darah di Aula Kantor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Oktober 2026, dihadiri 240 orang pendonor bersama PMI. Ini penting karena di tengah perayaan yang sering berhenti di upacara, mereka memilih bentuk persatuan yang paling nyata: mendonorkan darah tanpa pernah bertanya siapa yang akan menerimanya.
Channel8.co.id, Jakarta Timur, — Empat hari sebelum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, ada perayaan yang tidak memakai panggung besar. Di Aula Kantor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Oktober 2026, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Fahira Idris menggelar bakti sosial dan donor darah. Kegiatan itu dihadiri 240 orang pendonor, berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, dan Bang Japar — sekaligus menjadi bagian dari peringatan 22 Tahun DPD RI dan Milad 9 Tahun Bang Japar.
Kenapa donor darah dipilih sebagai cara merayakan Sumpah Pemuda? Fahira menjelaskannya dengan kalimat yang rasanya paling manusiawi dari seluruh rangkaian acara hari itu: “Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga persatuan, tetapi juga bagaimana persatuan itu melahirkan kepedulian dan aksi nyata. Donor darah adalah salah satu wujud paling tulus dari persatuan dan kemanusiaan. Kita mendonorkan darah tanpa pernah bertanya siapa yang akan menerimanya. Kita mungkin tidak saling mengenal, tetapi melalui setetes darah, kita saling menjaga kehidupan. Inilah semangat persaudaraan yang harus terus kita rawat di Jakarta.”
Coba pikirkan kalimat itu sebentar. Donor darah itu aneh kalau dipikir-pikir: kamu memberikan sesuatu dari tubuhmu untuk orang yang mungkin tidak akan pernah kamu temui, yang namanya tidak kamu tahu, yang ceritanya tidak kamu dengar. Tidak ada ucapan terima kasih langsung, tidak ada foto bersama. Tapi justru di situlah letak persatuannya — persatuan yang tidak memilih-milih siapa yang layak ditolong.
Dan Pulo Gadung bukan satu-satunya tempat yang merayakan dengan cara ini pada hari yang sama. Aksi donor darah menyambut Sumpah Pemuda juga digelar di Pangkalpinang oleh APKLI Merah Putih Babel dan di Dumai oleh Pemuda Pancasila Kota Dumai, sama-sama pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Polanya sama: peringatan tidak berhenti di kata-kata, melainkan diterjemahkan menjadi sesuatu yang bisa langsung dipakai orang lain.
Sumpah Pemuda sendiri akan genap diperingati pada Selasa, 28 Oktober nanti. Kalau kamu mencari cara merayakannya yang tidak ribet, contoh dari Pulo Gadung ini mungkin yang paling sederhana: datang ke unit donor darah PMI terdekat, duduk sebentar, dan pulang dengan perasaan bahwa hari ini kamu sudah menjaga kehidupan seseorang — tanpa perlu mengenalnya.(Redaksi C8)
Views: 0






