Ringkasan tulisan: Kementerian Perindustrian menonaktifkan sementara SIINas, situs resminya, dan seluruh domain kemenperin.go.id sejak Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB hingga Minggu, 25 Oktober 2026, sebagai langkah mitigasi atas celah keamanan siber PHP2Shell. Ini penting karena penonaktifan ini bukan berarti situsnya sudah diretas, melainkan pencegahan — dan siapa pun yang butuh layanannya, termasuk mengecek produk TKDN, perlu tahu kenapa layanannya hilang sementara dan ke mana harus bertanya.
Channel8.co.id, Jakarta, — Kalau kamu membuka situs Kemenperin akhir pekan ini dan mendapati halamannya tidak bisa diakses, kamu tidak salah ketik alamat. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memang mematikannya sementara — dan alasannya bukan hal sepele.
Sederhananya, begini. Hampir semua situs web dibangun dengan bahasa pemrograman, dan salah satu yang paling banyak dipakai di dunia bernama PHP. Nah, di PHP ini ditemukan dua celah keamanan kritis yang kemudian dikenal sebagai PHP2Shell. Celah itu, kalau tidak ditambal, bisa dipakai pihak yang tidak berhak untuk menjalankan perintah di server situs — ibarat ada pintu belakang yang tidak sengaja terbuka di sebuah gedung. Menurut laporan Tekno yang dikutip sejumlah media, celah tersebut ditemukan pada Agustus 2026, diumumkan ke publik pada 20 Oktober 2026, dan tingkat keparahannya mencapai skor 9,2 dari skala 10.
Karena itulah Kemenperin mengambil langkah yang terasa drastis: menonaktifkan sementara Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), situs resmi kementerian, dan seluruh domain kemenperin.go.id. Pengumumannya disampaikan lewat akun Instagram resmi @kemenperin_ri, dan berlaku sejak Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB hingga Minggu, 25 Oktober 2026. Kemenperin juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul, dan mempersilakan pengguna layanan berkonsultasi lewat Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin di WhatsApp 081119377770.

Nah, di sini bagian yang sering bikin bingung — dan penting diluruskan. Dalam pengumumannya, Kemenperin tidak menyebut adanya insiden peretasan terhadap sistemnya. Jadi jangan menulis atau menyebarkan kabar ini dengan kalimat “situs Kemenperin diretas”. Yang terjadi adalah mitigasi: layanannya dimatikan dulu supaya risikonya tidak sempat dimanfaatkan, sambil dilakukan pemeriksaan dan penanganan teknis. Pada pemantauan Sabtu, 24 Oktober 2026, portal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di tkdn.kemenperin.go.id pun masih belum bisa diakses dan menampilkan pesan gagal terjangkau.
Buat kamu yang belum familiar, TKDN itu singkatan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri — persentase kandungan lokal dalam suatu produk. Portalnya biasa dipakai masyarakat untuk memeriksa produk elektronik yang terdaftar, mulai dari ponsel, tablet, hingga laptop, lengkap dengan nama produsen, nomor model, keterangan jaringan, dan persentase TKDN-nya. Selama penonaktifan, informasi itu tidak bisa dicek lewat portal tersebut.
Kemenperin bukan satu-satunya yang siaga. Tim tanggap insiden siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya sudah menerbitkan peringatan keamanan pada 22 Oktober 2026, dan menyarankan pengelola situs segera memperbarui PHP ke versi yang sudah diperbaiki — antara lain PHP 8.2.35, 8.3.36, 8.4.27, atau 8.5.12, sesuai cabang versi yang dipakai. Pembaruan resmi itu sendiri sudah tersedia sejak 21 Oktober 2026.
Jadwal penonaktifan Kemenperin sendiri berakhir pada Minggu, 25 Oktober. Kalau kamu membaca artikel ini pada Senin dan situsnya masih belum bisa dibuka, jangan panik — itu artinya pemulihannya masih berjalan. Yang pasti dari peristiwa ini: di era ketika layanan publik hidup di situs web, menjaga pintu belakangnya sama pentingnya dengan membangun halamannya. (Koni)
Views: 1






