Human

139 Warga Terdampak Insiden Gas di Karawang, Penyimpanan Bahan Kimia Jadi Sorotan

×

139 Warga Terdampak Insiden Gas di Karawang, Penyimpanan Bahan Kimia Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Korban keracunan gas kimia pabrik kertas PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 saat dirawat di Rumah Sakit Rosela Karawang. 30/10/2026 (Dok Istimewa)

Subjudul: Insiden di area PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 membuat warga sekitar terdampak. Pemeriksaan DLH menemukan bahan kimia TCCA disimpan di area terbuka, sementara Kemenperin menyiapkan investigasi.

Channel8.co.id, Karawang — Sebanyak 139 warga tercatat terdampak insiden pelepasan gas di area PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026 itu kini menjadi perhatian pemerintah daerah dan Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, insiden tersebut melibatkan bahan kimia Trichloroisocyanuric Acid atau TCCA dalam bentuk serbuk.

Material tersebut ditemukan berada di area pra-loading gudang finished goods, yaitu tempat penyimpanan sementara barang sebelum dikirim kepada pelanggan.

DLH menjelaskan, bahan tersebut ditempatkan di area terbuka tanpa atap atau kanopi. Material hanya ditutup menggunakan terpal dan diletakkan di atas palet kayu.

Hujan lebat disertai angin kencang diduga menyebabkan air masuk dan mengenai material TCCA sehingga memicu reaksi dekomposisi. Saat pemeriksaan dilakukan, tim DLH masih menemukan pelepasan asap pekat disertai bau menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup Karawang mengambil sampel kebocoran gas di Pindo Deli 2

Perusahaan kemudian melakukan penanganan dengan memindahkan sisa material dari lokasi terdampak. Upaya pengendalian juga dilakukan menggunakan tirai air atau water curtain dengan bantuan unit pemadam kebakaran.

Dari sisi dampak terhadap masyarakat, angka 139 warga merupakan hasil pendataan sementara pemerintah desa di wilayah Kutamekar dan Kutanegara. Mereka mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Angka tersebut perlu dibaca secara tepat. Data warga terdampak tidak otomatis berarti seluruhnya mengalami diagnosis keracunan yang sama atau menjalani rawat inap.

Untuk mengetahui dampak lingkungan secara lebih pasti, DLH mengambil sampel udara ambien dan air permukaan di tiga titik. Hasil pengujian laboratorium menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi lingkungan setelah kejadian.

Kementerian Perindustrian menyatakan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas. Kemenperin juga menyampaikan rencana menerjunkan tim untuk memeriksa penanganan insiden dan mengevaluasi penerapan keselamatan industri.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa penyimpanan bahan kimia tidak cukup hanya memperhatikan kapasitas gudang. Kondisi tempat penyimpanan, perlindungan dari cuaca, prosedur penanganan, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari keselamatan industri.

Bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan industri, persoalan keselamatan bukan hanya urusan perusahaan. Pengawasan pemerintah dan keterbukaan informasi juga diperlukan agar masyarakat mengetahui risiko, langkah penanganan, dan hasil pemeriksaan lingkungan.

Hasil uji laboratorium dan investigasi teknis akan menjadi dasar penting untuk menjelaskan penyebab serta dampak insiden secara lebih menyeluruh.

Sumber rujukan redaksi:

(redaksi C8)

 

Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Human

Konferensi Republik di Maumere menutup rangkaian 30–31 Oktober dengan pernyataan “Republik Diuji di Tanah Ini”, yang menagih negara hadir lewat layanan dasar, bukan sekadar simbol. Pesan dari Flores dan Lembata ini penting karena mengukur republik dari pengalaman warga yang paling jauh dari pusat.

Human

Dari Bone, Sulawesi Selatan, seorang dokter membuktikan stunting bisa dilawan bukan dengan program yang sama untuk semua anak, melainkan dengan profil dan penanganan yang berbeda untuk tiap anak. Kisahnya, bersama para relawan pendidikan pelosok, diapresiasi di SATU Indonesia Awards 2026.

Human

Pameran “Dua Wajah, Satu Jiwa” di Museum Nasional mempertemukan topeng tradisional Indonesia dan Korea — termasuk sepuluh pasang topeng yang ternyata bercerita tentang hal yang sama, seperti topeng yang sama-sama menggambarkan manusia di usia senja. Ini penting karena topeng sering kita anggap sekadar hiasan, padahal ia adalah cermin: cara dua bangsa yang jauh berbeda memaknai hidup, tua, dan jati diri.