Ringkasan: BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di lima kabupaten serta cuaca ekstrem di Sumenep dan Brebes. Pulau Taliabu, Maluku Utara, menjadi wilayah dengan dampak karhutla terluas dalam laporan tersebut, mencapai sekitar 347,06 hektare.
Channel8.co.id, Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam laporan terbarunya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran di lima kabupaten dan dampak angin kencang di dua kabupaten, berdasarkan pemantauan hingga Rabu, 4 November 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak kebakaran terluas dalam laporan tersebut terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 347,06 hektare, dengan sekitar 39.162 pohon ikut terdampak.
Kebakaran di Pulau Taliabu bermula pada 5 Oktober 2026 di Desa Salati. Api kemudian meluas hingga mencakup tiga kecamatan dan 13 desa. Titik api utama dilaporkan berhasil dipadamkan pada 29 Oktober. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
BNPB mencatat kondisi lahan yang kering, angin kencang, lokasi yang sulit dijangkau, serta medan terjal menjadi sejumlah kendala dalam penanganan. Hujan yang turun di beberapa wilayah pada 30 Oktober hingga 2 November turut membantu proses penanganan.
Selain di Pulau Taliabu, karhutla terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Kebakaran di lahan sagu milik warga itu telah berhasil dipadamkan berdasarkan laporan terakhir pada 3 November.
Di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, kebakaran melanda sekitar empat hektare lahan yang ditanami jambu mete dan area lahan kosong. Hingga 3 November, sekitar 80 persen area kebakaran dilaporkan telah berhasil ditangani.
Sementara itu, kebakaran di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sekitar satu hektare lahan terbakar. Kedua kejadian tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Angin kencang berdampak pada puluhan keluarga
Selain karhutla, BNPB melaporkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, serta Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Di Sumenep, angin kencang berdampak pada 11 kepala keluarga (KK). Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu kandang ternak turut rusak. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga terdampak.
Di Brebes, hujan lebat disertai angin kencang berdampak pada 33 KK di Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari. Sebanyak 33 rumah dan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan. Pendataan serta pembersihan sisa material masih berlangsung dalam laporan BNPB.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan
BNPB mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang kondisi lahannya kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Menghadapi potensi hujan lebat dan angin kencang, warga diimbau memeriksa kondisi atap dan bagian bangunan, memangkas dahan yang berpotensi tumbang, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rawan roboh saat angin kencang terjadi.
Data dalam laporan ini merupakan pemantauan BNPB pada 3 November pukul 07.00 WIB hingga 4 November pukul 07.00 WIB. Angka tersebut merinci kejadian yang dilaporkan dalam periode pemantauan, bukan angka kumulatif seluruh bencana di Indonesia. (redaksi C8)
Channel8.co.id — Cerita di Balik Cerita
Views: 1





