Terkini

Mulai Hari Ini, Gas Indonesia ke Singapura Dipangkas 31 BBTUD — Buat Siapa Gasnya Dialihkan?

×

Mulai Hari Ini, Gas Indonesia ke Singapura Dipangkas 31 BBTUD — Buat Siapa Gasnya Dialihkan?

Sebarkan artikel ini

Ringkasan tulisan: Mulai Sabtu, 24 Oktober 2026, SKK Migas memangkas ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 BBTUD — 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera (Wilayah Kerja Jambi Merang) — untuk dialihkan ke kebutuhan dalam negeri. Ini penting karena pemerintah menegaskan prioritasnya: gas Indonesia dipakai dulu untuk listrik dan industri di dalam negeri, dan wacana yang baru muncul 21 Oktober ini berubah menjadi kebijakan hanya dalam tiga hari.

Channel8.co.id, Jakarta, — Kalau kamu dengar kabar “Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura”, pertanyaan pertamanya biasanya: memangnya gas kita selama ini dikirim ke sana, dan kenapa tiba-tiba dikurangi?

Sederhananya, begini. Indonesia punya pipa gas yang langsung terhubung ke Singapura. Selama ini, sebagian gas dari Natuna dan Sumatera mengalir lewat pipa itu ke Singapura. Mulai Sabtu, 24 Oktober 2026, alirannya dikurangi sebesar 31 BBTUD. BBTUD itu satuan volume gas per hari — *billion British thermal unit per day* — jadi angka ini bicara soal seberapa besar aliran gas yang dipangkas setiap harinya.

Rinciannya, menurut Kepala SKK Migas Djoko Siswanto: 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera, tepatnya dari Wilayah Kerja Jambi Merang. “Mulai hari ini, kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” kata Djoko di sela Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026 malam.

Nah, di sini bagian yang sering bikin bingung: kenapa cuma Singapura? Jawaban Djoko lugas — karena pipanya memang hanya menuju ke sana. “Nggak ada (pemangkasan ke negara lain), pipanya kan ke Singapura saja,” katanya. Jadi ini bukan pemangkasan ekspor ke semua negara, melainkan penyesuaian pada satu jalur pipa itu.

Infografis: Channel8

Lalu, gas yang dialihkan itu buat siapa? Menurut penjelasan SKK Migas yang dikutip sejumlah media, gas dari Natuna dialihkan antara lain untuk listrik di Batam, sementara gas dari Sumatera untuk kebutuhan listrik Batam, Bintan, dan Sumatera. Di tingkat yang lebih besar, Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang menghitung ulang alokasi ekspor gas nasional — dengan patokan sekitar 70 persen produksi gas dipakai di dalam negeri dan 30 persen diekspor — agar gas lebih banyak menjadi bahan baku industri hilirisasi petrokimia di dalam negeri.

Kecepatan kebijakan ini yang patut dicatat. Wacana penataan ekspor gas pertama kali diungkapkan Bahlil pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Istana Negara. Dua hari kemudian, Djoko mengumumkannya di Subroto Awards. Sehari setelahnya, pemangkasan itu berlaku. Buat pembaca, artinya satu hal: perdebatan soal “gas kita untuk siapa” bukan lagi wacana — ia sudah jadi kebijakan yang berjalan hari ini, dan SKK Migas mengatakan akan memantau perkembangannya secara harian.(Redaksi C8)

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

Tim gabungan menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin yang disembunyikan di ruang pompa kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara. Seorang WNA Taiwan berinisial YCY — manajer kapal yang diduga sebagai pengendali — ditetapkan sebagai tersangka, sementara tujuh awak WNI masih berstatus saksi. Kapolri menyebut pengungkapan hasil operasi senyap tiga bulan ini sebagai “kado terindah” dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran; penting buat kita karena jalur laut Indonesia makin jadi incaran jaringan narkoba lintas negara.

Terkini

Rabu 21/10/2026, Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan digelar perdana di halaman terbuka Istana. Prabowo menantang MSCI (“bangsa Indonesia tidak takut siapa pun”), membuka peluang penghematan besar-besaran lagi, menjawab kritik kabinet gemuk, dan memerintahkan pencabutan izin perusahaan pembakar hutan.