DelapanPagi

Byarrpet Listrik, Waspadai Memicu Kekecewaan Rakyat

×

Byarrpet Listrik, Waspadai Memicu Kekecewaan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Channel8.co.id BEBERAPA HARI belakangan dan beberapa hari ke depan, sebagian wilayah di Pulau Jawa terjadi pemadaman listrik. Seantero wilayah tanpa ada peringatan, tiba-tiba mati listrik. Dampaknya luar biasa, banyak pengusaha merugi, karena ketergantungan usahanya harus menggunakan listrik. Lebih dari itu, peristiwa ini berlangsung pada saat pemerintah sedang gencar-gencarnya berkampanye, agar masyarakat lebih memilih kendaraan bermesin listrik, bukan bahan bakar minyak.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman listrik atau mati lampu yang dilakukan secara bergilir di Pulau Jawa beberapa waktu terakhir, seraya mengungkap penyebabnya. Darmawan Prasodjo memahami kesulitan masyarakat atas situasi pemadaman listrik tersebut, serta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dalam merespons masalah tersebut.
“Kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” kata Darmawan dalam jumpa pers Jumat (19/6) malam.

PLN saat ini tengah menghadapi kendala teknis pada dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dioperasikan dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Darmawan mengklaim mengerahkan tim agar perbaikan dua PLTU tersebut berjalan dengan cepat, sehingga masalah tersebut bisa teratasi dan sistem kelistrikan kembali pulih dan memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa. “Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” katanya.

Darmawan  mengapresiasi para pemasok batu bara yang sudah ditugaskan pemerintah dan sudah menandatangani kontrak dengan PT PLN dan juga pembangkit milik mitra PLN. Dia menyatakan pihaknya juga tengah mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rain coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah. Dalam proses ini, PLN berkoordinasi secara intens, kontinu, terus-menerus dengan tim Dirjen Minerba Kementerian ESDM sehingga proses penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat. “Saat ini, proses penyaluran medium raincool atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero pulau Jawa,” katanya.

Analisis liar sempat beredar, byaarpet listrik di Pulau Jawa disebutkan “perang psikologis” terhadap langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya gangguan transmisi PLN juga pernah terjadi di Pulau Sumatera. Gangguan ini terjadi tidak hanya pemadaman bergilir, namun benar-benar padam. Walaupun pada saat ini sudah normal kembali. Pemerintah memang sedang berusaha keras, bahwa pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) termasuk salah satunya tambang batu bara, dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.

Penertiban dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan tambah legal dan ilegal. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bekerja keras menelusuri jejak-jejak tambang di seluruh tanah air, hasilnya terdapat sejumlah perusahaan tambang “bermain api” dengan hasil eksploitasinya. Selain itu, terbongkar pula ribuan penambangan ilegal, yang tentu saja merugikan negara. Tindakan keras dan tegas inilah yang menyebabkan banyak perusahaan penambang “meriang”, sehingga mengganggu pasokan batu baru untuk pembangkit listrik. Sejumlah pengamat menyebutkan juga, stok batu bara hanya menyukupi untuk  beberapa hari ke depan? Benarkah?

Dampak pemadaman listrik terus-menerus akan mengganggu usaha kecil dan menengah yang memang menggantungkan diri pada listrik PLN. Ada yang menyebutkan penurunan omset sampai 60%. Penurunan omset ini menimbulkan kerugian yang tidak kecil. Sedangkan untuk rumah tangga, pemadaman listrik secara tiba-tiba dapat merusak peralatan eletronik, seperti kulkas, air conditioner, televisi dan lain sebagainya. Akibat dari dampak tersebut jelas menimbulkan keresahan dan selanjutnya semakin menambah kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. Apalagi pemerintah baru saja menaikkan harga BBM. Masyarakat sulit memahami faktor-faktor penyebabnya berbagai munculnya kebijakan baru, yang harus diakui memberikan tekanan ekonomi kepada masyarakat.

Nah, akankah tekanan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berlanjut? Tidak hanya kekecewaan yang digelontorkan melalui media sosial dalam bentuk “meme-meme” dan kemungkinan mahasiswa di berbagai kembali melakukan demonstrasi. Sekali lagi Presiden Prabowo Subianto, harus cerdas menyikapi perkembangan yang terjadi. Harus berhati-hati dalam bertutur kata maupun berperilaku. Apalagi pada saat ini konflik Amerika Serikat melawan Iran mulai mereda, sehingga pertikaian di Selat Hormuz juga berkurang. Oleh karena itu, penting kiranya Presiden Prabowo Subianto lebih memfokuskan lagi menyelesaikan masalah-masalah di dalam negeri. Masalah ekonomi, politik, hukum, keamanan, sosial, pendidikan dan lain sebagainya, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai terjadi kemarahan rakyat karena pemerintah tidak dapat dipercaya dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang. (Bakarudin AK)

Catatan Penulis :

Bakarudin AK 

Penulis dan Pengamat sosial, biografi, ekonomi desa, dan opini terkait isu energi

============

Channel8.co.id adalah platform digital media on line.  Konten ini menjadi tanggung jawab penulis/bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *